DOMPU – Guna mewujudkan langkah pengentasan terhadap kasus Stunting di seluruh wilayah Kabupaten Dompu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) setempat terus mengajak semua elemen untuk mau terlibat sebagai Orang Tua Asuh (OTA).
PLT Kepala DPPKB Kabupaten Dompu, Zulkarnain, S.Sos., M.P.H. mengharapkan adanya perhatian serius dari semua pihak untuk bersinergi dalam menuntaskan kasus stunting ini. Pasalnya, pada tahun 2024 ada kecenderungan naiknya kasus stunting di Dompu.
“Untuk mengentaskan kasus stunting di Dompu maka diperlukan adanya interaksi harmonis dari semua pihak. Kami pun di DPPKB tengah intens mendorong warga masyarakat untuk melibatkan diri dalam program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA GENTING),” ungkap Zulkarnaen.
“Kita berharap semoga akan semakin banyak pihak yang bersedia untuk menjadi orang tua asuh, karena dengan begitu kasus stunting akan semakin cepat teratasi,” tambah Kepala DPPKB.
Katanya, gerakan orang tuas asuh ini menjadi jalan pintas untuk mencegah dan menurunkan kasus stunting di Kabbupaten Dompu. DPPKB Dompu telah menjalankan program ini sejak Maret 2025 kendati hanya melakukan pembagian telur kepada setiap sasaran yakni Bayi di bawah dua tahun (Baduta) dan Bayi Bawah Lima Tahun (Balita).
Zulkarnain menyebut adanya beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah kasus stunting ini yakni, pendekatan yang komprehensip dan multidisiplin sehingga dapat mengawasi perkembangan para bayi, terutama berkaitan dengan peningkatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan atau 2 tahun usia anak.
Pentingnya agar para bayi secara teratur diperiksa kesehatannya untuk memantau pertumbuhan dan berkembangan anak.
Pengobatan yang tepat ketika ada kondisi kesehatan yang mempengaruhi pertumbuhan. Pendidikan pola asuh bagi orang tua dan kesiapan orang tua dalam melahirkan. Serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi. (adv)
5,249 total views, 2 views today










