GOLO MORI – Debur ombak Laut Flores menjadi latar untuk sebuah ikrar suci. Di penghujung Juni, The Golo Mori kembali membuktikan pesonanya bukan hanya milik para pelaku bisnis dan delegasi konferensi, melainkan juga milik dua hati yang memilih mengikat janji seumur hidup di tanah ini. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus melebarkan sayap bisnis event premium di kawasan ini, dan kali ini giliran sepasang pengantin asal Surabaya yang menjatuhkan pilihan pada The Golo Mori sebagai panggung pernikahan mereka.
Ini bukan yang pertama, namun justru di situlah letak keistimewaannya. Setelah sukses mencatatkan sejarah sebagai lokasi destination wedding perdana, kepercayaan datang kembali — kali ini dari pasangan yang berasal jauh dari luar Nusa Tenggara Timur. Sinyalnya jelas: pesona The Golo Mori sudah menembus batas provinsi, merambah pasar nasional, dan mengukuhkan posisinya sebagai destinasi yang lebih dari sekadar tempat rapat dan konvensi.
Sabtu (27/6), rangkaian pernikahan itu berlangsung bagai sebuah pertunjukan yang direncanakan dengan presisi. Prosesi pemberkatan digelar di Nuka Beach Club, dengan cakrawala Laut Flores yang membentang sebagai latar yang tak tergantikan oleh dekorasi mana pun. Lalu prosesi Tea Pai berlangsung khidmat di Mori Lounge, sebelum malam harinya berubah gemerlap saat resepsi digelar di Golo Convention Hall, menyambut sekitar 300 tamu undangan dalam satu malam penuh haru dan tawa.
Yang membuat momen ini istimewa bukan cuma soal romantisme lokasinya, melainkan bagaimana seluruh rangkaian acara — dari sakral hingga meriah — bisa berlangsung tanpa jeda perpindahan, semua dalam satu kawasan yang sama.
General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, melihat momentum ini sebagai penanda babak baru. Menurutnya, geliat destination wedding membuktikan pasar yang bisa dijangkau The Golo Mori kian meluas, sekaligus melengkapi reputasinya sebagai destinasi MICE premium di kawasan Indonesia Timur.
“Kepercayaan yang kembali diberikan kepada The Golo Mori menunjukkan bahwa kawasan ini semakin dikenal sebagai destinasi premium untuk berbagai acara. Kami melihat kebutuhan penyelenggara kini berfokus pada pengalaman menyeluruh dalam satu destinasi. Dengan memadukan keindahan alam Flores, fasilitas berstandar internasional, dan layanan yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan pengalaman event yang memberi nilai tambah bagi setiap penyelenggara maupun tamu yang hadir,” ujar Aji.
Ia menegaskan, tumbuhnya segmen ini membuka jalan baru bagi The Golo Mori untuk berkembang jauh melampaui agenda MICE dan kegiatan kenegaraan yang selama ini menjadi tulang punggung kawasan.
“Selain memperkuat posisi kami sebagai destinasi MICE, berkembangnya segmen destination wedding membuktikan bahwa The Golo Mori memiliki daya saing untuk mengakomodasi berbagai special event berskala premium. Kepercayaan dari pasangan yang berasal dari luar Nusa Tenggara Timur menjadi isyarat bahwa jangkauan pasar kami kian meluas. Kami optimistis diversifikasi ini akan terus meningkatkan daya tarik kawasan, sekaligus memberi kontribusi positif bagi pengembangan pariwisata berkualitas di Labuan Bajo,” tambahnya.
Kekuatan The Golo Mori terletak pada kemampuannya menyulap ruang indoor dan outdoor menjadi satu kesatuan cerita. Penyelenggara tak perlu berpindah lokasi untuk merangkai setiap babak acara — semua tersaji dalam satu kawasan, menciptakan pengalaman yang lebih personal, mengalir, dan efisien.
Untuk mendukung geliat pasar yang terus tumbuh ini, The Golo Mori membekali dirinya dengan layanan banquet dan catering kelas atas, kolaborasi erat bersama wedding organizer, serta jaringan vendor profesional demi menghadirkan pengalaman yang seamless dan berstandar internasional. Setiap pesta pernikahan yang digelar di sini bukan cuma soal seremoni, tapi juga roda penggerak ekonomi — menghidupkan sektor perjalanan, akomodasi, transportasi, hingga berbagai layanan pariwisata pendukung di Labuan Bajo.
Sejak resmi beroperasi, Golo Mori Convention Center (GMCC) telah menjelma jadi panggung bagi ragam agenda besar — mulai dari kegiatan kenegaraan, forum bisnis, konferensi, seminar, pameran, pertunjukan budaya, gala dinner, hingga kini destination wedding dan produksi foto-video komersial. Dengan kapasitas hingga 2.000 orang dan fasilitas berstandar global, GMCC terus melangkah mantap sebagai venue unggulan MICE dan special event di Indonesia Timur — membawa The Golo Mori semakin dekat menuju cita-citanya sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination. (Idin/Itdc)
7,991 total views, 7,991 views today










