DOMPU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu terus memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat melalui percepatan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M). Langkah ini digerakkan secara masif oleh Tim Kerja P2M Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu bersama seluruh jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, menyatakan bahwa gerakan serentak ini dirancang untuk mendongkrak capaian program prioritas nasional. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pijakan daerah untuk mempertahankan predikat Kabupaten Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Awards (IGA). Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia ini diserahkan setiap tahun kepada pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan terobosan nyata dalam pelayanan publik.
Omiyati Fatimah menjelaskan, kesehatan masyarakat merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mendorong lahirnya berbagai gagasan taktis yang berfokus pada deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, hingga edukasi ke lingkungan sekolah dan lembaga pemasyarakatan.
Fokus pada Kelompok Rentan dan Lingkungan Khusus
Sektor P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu memetakan target pelayanan dari tingkat keluarga hingga institusi khusus. Penanganan penyakit menular yang menuntut pengawasan ketat diwujudkan melalui beberapa program utama:
CINTAI IBU dengan ANAK HBSAG, program ini berfokus pada pencarian, penemuan, dan pengawasan anak yang lahir dari ibu terinfeksi Hepatitis B. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memastikan bayi mendapatkan intervensi medis sejak dini guna memutus rantai penularan vertikal.
GEMOI TITISAN, terobosan yang menjangkau warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Petugas melakukan penjaringan, penemuan kasus, pengobatan, hingga pengawasan melekat untuk kasus koinfeksi Tuberkulosis (TB), HIV, dan Hepatitis di lingkungan tertutup.
MANTAP NTB, skema pemantauan dan pengawasan berkala bagi pasien TB agar menjalani pengobatan hingga sembuh total dan mencegah munculnya kasus kebal obat.
DOYAN PECAL PETE, sistem pelayanan terpadu yang mempermudah akses masyarakat Dompu terhadap informasi, pencegahan, dan pengendalian penyakit menular di fasilitas kesehatan.
Intervensi Dini di Lingkungan Sekolah
Anak-anak dan remaja menjadi sasaran utama dalam pembentukan kesadaran kesehatan sejak dini. Dinas Kesehatan Dompu merancang serangkaian program edukasi dan penapisan medis yang menyasar sekolah-sekolah di seluruh kecamatan:
C-RITAKU di SEKOLAH, kegiatan aktif untuk mencari, menemukan, mengobati, dan mencegah penularan penyakit Kusta serta Frambusia di kalangan pelajar.
SI-ASIKK, layanan edukasi dan penyebaran informasi mengenai penanggulangan infeksi kecacingan pada siswa sekolah dasar.
SINAR MAS, program sosialisasi masif yang masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba dan risiko penularan HIV/AIDS.
SI-IIMUT, wadah edukasi mengenai pencegahan Tuberkulosis yang disajikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh generasi muda.
Kewaspadaan terhadap Endemi dan Zoonosis
Geografi dan kondisi lingkungan Dompu menuntut kewaspadaan ekstra terhadap penyakit berbasis lingkungan dan gigitan hewan. Sektor P2P merumuskan empat program pencegahan terpadu:
INGAT SUARA MAS: Kegiatan penapisan dan pemeriksaan darah secara ketat di tengah pemukiman warga untuk mendeteksi penularan malaria secara cepat.
SEKAT KAMAR, survei ketat yang difokuskan pada pemantauan kasus malaria impor guna mencegah masuknya parasit malaria dari luar daerah Dompu.
SIGAP GHPR, tim respon cepat yang siap bergerak memberikan penanganan medis awal dan pemantauan pada kasus gigitan hewan pembawa rabies.
TEBUH MANIS, langkah terpadu untuk menemukan, mengobati, memberikan edukasi, dan mencegah komplikasi fatal akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta Pneumonia pada balita.
Pengendalian Lingkungan dan Perilaku Sehat
Kualitas kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mengintegrasikan gerakan kebersihan fisik dan penegakan aturan kesehatan lingkungan:
GESTUR ASIK, gerakan gotong royong setiap hari Jumat untuk membersihkan lingkungan dari tempat perindukan nyamuk guna mencegah demam berdarah.
GASAK KTR, penataan dan pengawasan kawasan tanpa rokok di fasilitas umum, instansi pemerintah, dan sekolah demi melindungi perokok pasif.
SEMUT MERAH, gerakan membangun kepedulian masyarakat untuk memungut dan mengurangi sampah di lingkungan sekitar secara mandiri.
Omiyati Fatimah menegaskan bahwa keberhasilan 15 inovasi ini bertumpu pada kerja keras seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas dan partisipasi aktif warga. Tim Kerja P2M Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu berkomitmen menjaga konsistensi pelayanan ini demi mewujudkan masyarakat yang sehat menuju Dompu Maju. (Nia/adv)
38,187 total views, 6 views today








