• Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Aturan Klaim BPJS Makin Ketat, RSUD Dompu Perkuat Kemampuan Tenaga Kesehatan Lewat OJT GADAR

admintofo by admintofo
15 Oktober 2026
in Kesehatan
0
Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

DOMPU – RSUD Dompu menyiapkan pelatihan On the Job Training (OJT) Gawat Darurat (GADAR) khusus maternal dan neonatal yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir.

Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp. Paru, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut akan menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) RSUD Dompu sebagai narasumber. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga akan dilibatkan agar materi yang disampaikan menyentuh praktik di lapangan, baik di rumah sakit maupun di layanan kebidanan.

Alasan utama yang disampaikan direktur adalah perubahan aturan klaim BPJS Kesehatan yang kini semakin ketat. Pengetatan itu terutama terasa pada penilaian indikasi rawat inap dan indikasi operasi pasien kebidanan dan kandungan. Setiap keputusan klinis harus punya dasar medis yang jelas dan terdokumentasi dengan baik.

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut keahlian lebih. Tenaga kesehatan perlu mampu membaca tanda bahaya, menilai tingkat kegawatan, lalu menentukan apakah pasien cukup dirawat jalan, harus diopname, atau memerlukan tindakan operasi. Penilaian yang tepat melindungi pasien dari keterlambatan penanganan, sekaligus menghindarkan rumah sakit dari risiko klaim yang tidak sesuai ketentuan.

Tujuan utama OJT GADAR adalah meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons terhadap kegawatdaruratan maternal. Hasil akhir yang diharapkan jelas: pasien tertangani dengan baik, merasa nyaman selama perawatan, dan komplikasi yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin.

Kegawatdaruratan maternal dan neonatal memang tidak memberi banyak waktu. Perdarahan setelah persalinan, preeklamsia dan eklamsia, ketuban pecah dini, persalinan macet, hingga bayi lahir dengan asfiksia adalah kondisi yang bisa memburuk dalam hitungan menit. Keterlambatan mengenali tanda bahaya atau mengambil keputusan dapat berujung pada kesakitan berat, bahkan kematian ibu dan bayi.

Karena itulah pelatihan dengan pola OJT dinilai tepat. Peserta belajar langsung di lokasi kerja, dengan kasus nyata, alat yang biasa dipakai, dan alur pelayanan yang sehari-hari dijalani. Pendekatan ini memudahkan perawat, bidan, dan dokter jaga IGD menyamakan langkah, mulai dari triase, stabilisasi awal, rujukan internal, sampai pengambilan keputusan tindakan.

Keterlibatan dokter spesialis Obgyn sebagai narasumber memberi bobot klinis pada pelatihan ini. Dokter spesialis dapat membahas indikasi rawat inap dan operasi berdasarkan standar profesi, termasuk kapan seksio sesarea benar-benar diperlukan dan kapan persalinan pervaginam masih aman dilanjutkan. Pemahaman yang seragam akan mengurangi perbedaan penilaian antarpetugas dan memperkuat dokumentasi medis.

Kehadiran Ketua IBI membawa perspektif lain yang tak kalah penting. Bidan adalah petugas yang paling sering pertama kali bertemu ibu hamil dan ibu bersalin, baik di puskesmas, polindes, maupun praktik mandiri. Kemampuan bidan mengenali kegawatan lebih awal serta merujuk tepat waktu sangat menentukan nasib pasien sebelum tiba di rumah sakit. Sinergi antara RSUD dan organisasi profesi bidan diharapkan memperkuat jalur rujukan.

Aspek pembiayaan juga tidak bisa diabaikan. Klaim BPJS Kesehatan menuntut kesesuaian antara diagnosis, indikasi, tindakan, dan dokumentasi. Bila indikasi opname atau operasi tidak tertulis kuat, klaim berpotensi dikembalikan atau ditolak. Dampaknya merembet ke keuangan rumah sakit, yang pada akhirnya memengaruhi ketersediaan obat, alat, dan layanan untuk pasien lain.

Aturan klaim yang ketat mengingatkan bahwa mutu klinis dan kepatuhan administrasi harus selalu berjalan beriringan dalam pelayanan. Pasien yang diputuskan menjalani operasi harus benar-benar membutuhkannya, sedangkan pasien yang cukup dirawat tanpa tindakan besar tidak perlu menanggung risiko yang tidak semestinya.

Sisi neonatal mendapat porsi yang sama. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap gangguan napas, hipotermia, infeksi, dan hipoglikemia. Resusitasi neonatus dalam menit-menit pertama, yang sering dikenal sebagai golden minute, menentukan apakah bayi bisa melewati masa kritis tanpa gangguan jangka panjang. Tim yang terlatih dan kompak akan lebih cepat bergerak ketika bayi lahir dalam kondisi tidak menangis atau tidak bernapas spontan.

Aspek kenyamanan pasien pun tidak luput dari perhatian. Ibu yang sedang dalam kondisi kritis sering datang dalam keadaan cemas dan nyeri, bersama keluarga yang panik. Petugas yang terlatih mampu bertindak cepat sekaligus berkomunikasi dengan tenang, menjelaskan kondisi pasien, dan meminta persetujuan tindakan secara jelas.

Pelatihan juga diharapkan memperkuat budaya kerja tim. Penanganan kegawatdaruratan maternal melibatkan banyak unsur sekaligus: IGD, kamar bersalin, kamar operasi, laboratorium, bank darah, anestesi, hingga ruang perawatan bayi. Kegagalan koordinasi di salah satu titik bisa memperlambat seluruh rantai pelayanan. Simulasi kasus dalam OJT memberi ruang bagi tim untuk menemukan celah itu sebelum terjadi pada pasien sebenarnya.

Pelaksanaan pada November memberi waktu persiapan yang cukup. Manajemen rumah sakit dapat menyusun materi, jadwal, dan skenario kasus agar sesuai dengan pola penyakit yang paling sering ditemui di Dompu. Evaluasi setelah pelatihan juga penting, misalnya melalui audit kasus, untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar terpakai dalam pelayanan harian.

Pada akhirnya, OJT GADAR maternal dan neonatal adalah investasi pada keselamatan. Setiap ibu yang pulang dalam keadaan sehat dan setiap bayi yang tumbuh tanpa gangguan menjadi ukuran keberhasilan yang paling nyata dan terukur. Dengan tenaga kesehatan yang cakap, keputusan klinis yang tepat, dan dokumentasi yang rapi, RSUD Dompu berharap dapat terus memberikan pelayanan yang aman bagi pasien sekaligus berkelanjutan bagi rumah sakit. Persiapan itu kini dimulai dari ruang pelatihan menuju ruang tindakan di setiap unit pelayanan. (Idin/ad)

 5,225 total views,  5,225 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

106 ODGJ Dirawat di Puskesmas Dompu Timur, Desa O’o Terbanyak dan Usia Produktif Mendominasi
Kesehatan

106 ODGJ Dirawat di Puskesmas Dompu Timur, Desa O’o Terbanyak dan Usia Produktif Mendominasi

15 Oktober 2026
Puskesmas Jadi Ujung Tombak Perawatan ODGJ di Dompu, 925 Pasien Terdata hingga September
Kesehatan

Puskesmas Jadi Ujung Tombak Perawatan ODGJ di Dompu, 925 Pasien Terdata hingga September

15 Oktober 2026
Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Dompu Kota
Kesehatan

Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Dompu Kota

15 Oktober 2026
Puskesmas Nangakara Catat 9 dari 21 Kematian Bayi di Dompu Sepanjang 2026
Kesehatan

Puskesmas Nangakara Catat 9 dari 21 Kematian Bayi di Dompu Sepanjang 2026

14 Oktober 2026
RSUD Dompu: 92 Persen Pasien Dibiayai Jaminan Kesehatan
Kesehatan

RSUD Dompu: 92 Persen Pasien Dibiayai Jaminan Kesehatan

13 Oktober 2026
Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu
Kesehatan

Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu

8 Oktober 2026

Berita Terbaru

Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

Aturan Klaim BPJS Makin Ketat, RSUD Dompu Perkuat Kemampuan Tenaga Kesehatan Lewat OJT GADAR

15 Oktober 2026
106 ODGJ Dirawat di Puskesmas Dompu Timur, Desa O’o Terbanyak dan Usia Produktif Mendominasi

106 ODGJ Dirawat di Puskesmas Dompu Timur, Desa O’o Terbanyak dan Usia Produktif Mendominasi

15 Oktober 2026
Puskesmas Jadi Ujung Tombak Perawatan ODGJ di Dompu, 925 Pasien Terdata hingga September

Puskesmas Jadi Ujung Tombak Perawatan ODGJ di Dompu, 925 Pasien Terdata hingga September

15 Oktober 2026
Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Dompu Kota

Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Dompu Kota

15 Oktober 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist