DOMPU – Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan harta karun alam yang tak ternilai. Dua ikon utama, yakni Pantai Lakey yang terkenal dengan Gelombang untuk Selancar ombak kelas dunia dan Gunung Tambora yang menyimpan jejak sejarah dahsyat, seharusnya menjadi lokomotif utama penggerak roda ekonomi daerah. Namun, apakah potensi luar biasa ini sudah dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ?
Industri pariwisata di Kabupaten Dompu seharusnya menjadi sektor tangguh dan memiliki multiplier effect yang besar. Oleh karena itu, pengembangannya tidak boleh hanya bersifat seremonial atau sesaat, melainkan harus didorong melalui berbagai program sustainable yang berkelanjutan.
Pantai Lakey di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu telah lama menjadi kiblat para peselancar (surfer) dari berbagai belahan dunia. Ombak yang konsisten dan indah menjadikannya sebagai wahana olahraga air terbaik. Sementara itu, Gunung Tambora bukan sekadar gunung berapi, melainkan destinasi wisata sejarah dan geologi yang menceritakan peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia.
Kedua tempat ini bukan hanya sekadar objek foto, melainkan aset strategis yang mampu menghasilkan pendapatan langsung bagi daerah. Jika di kelola dengan baik, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja, membuka peluang usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan secara langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat Dompu.
Sayangnya, potensi emas ini masih dinilai belum sepenuhnya “berbicara”. Banyak pihak menilai masih ada celah yang perlu ditutup agar Dompu tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi menjadi tujuan utama yang memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Untuk mengangkat industri Pariwisata Kabupaten Dompu ke level yang lebih tinggi, maka sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menjadi keniscayaan. Pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Diperlukan perencanaan yang matang mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, akses transportasi, hingga penyediaan fasilitas penunjang seperti akomodasi dan kuliner. Pemprov NTB memiliki peran strategis dalam mempromosikan Dompu sebagai bagian dari paket wisata NTB yang lebih besar, sementara Pemkab Dompu harus fokus pada manajemen destinasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Dengan kolaborasi yang kuat, jumlah kunjungan wisatawan tidak hanya akan meningkat secara musiman, tetapi stabil sepanjang tahun.
Pandangan bahwa Dompu sangat mungkin menjadi destinasi wisata kelas dunia bukan sekadar mimpi, melainkan target yang realistis. Banyak destinasi serupa di dunia yang mampu mengubah citra daerah terpencil menjadi tempat wisata internasional berkat manajemen yang baik dan promosi yang gencar.
Dompu memiliki keunikan (unique selling point) yang tidak dimiliki daerah lain adalah, perpaduan antara adrenalin olahraga selancar dan keagungan sejarah alam Tambora.
Tantangan ke depannya adalah bagaimana menjadikan pariwisata ini sebagai industri yang benar-benar “menghasilkan”. Uang yang beredar harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Dompu, bukan hanya lewat, namun menumpuk dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Mari berharap, dengan komitmen dan kerja keras semua pihak, Dompu tidak hanya dikenal sebagai daerah yang lewat, melainkan sebagai permata NTB yang bersinar di kancah internasional.
30,069 total views, 2 views today








