Kabupaten Dompu merupakan salah satu daerah di Pulau Sumbawa yang memiliki potensi wisata besar berupa alam maritim, budaya dan sejarah. Sumber daya ini layak diperhitungkan sebagai destinasi unggulan setelah Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun hingga saat ini, geliat pembangunan industri pariwisata di Dompu masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal penyelenggaraan event wisata berskala daerah maupun nasional.

Salah satu indikator penting kemajuan sektor pariwisata adalah hadirnya event wisata yang terencana dan berkelanjutan. Event wisata bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana promosi efektif yang mampu menarik kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas. Sayangnya, Kabupaten Dompu masih belum terlihat aktif menghadirkan event wisata unggulan yang mampu menembus kalender event nasional.
Potensi besar pariwisata kabupaten Dompu yang sudah dikenal luas oleh para peselancar di berbagai negara adalah Pantai Lakey. Ini merupakan aset yang dapat menjadi pusat kegiatan olahraga selancar bertaraf nasional bahkan internasional. Belum lagi berbagai tradisi budaya lokal nan sarat nilai historis dan kearifan lokal yang dapat dikemas dalam bentuk festival budaya tahunan.
Selain itu Kabupaten Dompu memiliki modal besar untuk mengembangkan event wisata tematik, terutama dengan adanya Gunung Tambora yang dengan sejarah letusannya pada tahun 1815, merupakan aset sejarah dan geowisata yang sangat potensial.
Dapat disampaikan bahwa, minimnya event wisata di Dompu sangat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ; Pertama, belum adanya perencanaan jangka panjang yang terfokus pada pengembangan pariwisata berbasis event. Kedua, keterbatasan koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat dalam merancang kegiatan yang berkelanjutan. Ketiga, kurangnya inovasi dalam mengemas potensi lokal menjadi atraksi wisata yang menarik dan kompetitif. Keempat, promosi wisata yang masih terbatas, baik melalui media digital maupun jejaring nasional.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa adanya event wisata yang kuat dan konsisten, potensi wisata yang besar hanya akan menjadi potensi yang tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis dengan menetapkan satu atau dua event unggulan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Event tersebut harus dirancang secara profesional, melibatkan komunitas lokal, pelaku usaha, serta generasi muda sebagai penggerak utama.
Selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk turut serta menghidupkan sektor pariwisata. Komunitas seni, budaya, olahraga, dan pariwisata dapat menjadi motor penggerak lahirnya event-event kreatif di tingkat lokal. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan memperkuat rasa memiliki terhadap event yang diselenggarakan sehingga keberlanjutannya dapat terjaga.
Sudah saatnya Kabupaten Dompu berani mengambil langkah nyata untuk mengangkat sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event wisata yang terencana dan berkelanjutan. Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Dompu memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional. Namun tanpa upaya serius dan konsisten, potensi tersebut akan terus tertinggal dibandingkan daerah lain yang telah lebih dahulu bergerak dalam pengembangan pariwisata berbasis event.
Momentum kebangkitan pariwisata daerah harus dimulai dari sekarang. Pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi untuk menjadikan event wisata sebagai prioritas pembangunan. Dengan demikian, Kabupaten Dompu tidak hanya dikenal karena potensi wisatanya, tetapi juga karena kemampuannya mengelola dan mempromosikan potensi tersebut secara profesional dan berkelanjutan.
Redaksi mencatat bahwa Kabupaten Dompu pernah berturut menggelar event bergengsi pada tahun 1996 dan 1997 yakni Kejuaraan Surfing Tingkat International dengan menggandeng Asosiasi Surfing dalam negeri saat itu Indonesia Surfing Asosiasi (INSA). Kemudian pada tahun 2015 digelar event Tambora Menyapa Dunia yang disusul dengan beberapa event lain termasuk diantaranya Festival Lakey pada tahun 2025 lalu. (Redaksi)
19,657 total views, 18 views today










