DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Puskesmas Dompu Kota mengambil langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di sektor tenaga kesehatan. Dalam waktu dekat, institusi kesehatan ini dijadwalkan akan menggelar tes rekrutmen yang menyasar tenaga honorer yang sebelumnya belum terakomodasi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh dan Paruh Waktu.
Langkah ini menjadi sorotan sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam memberikan kepastian nasib bagi para pejuang kesehatan yang berada di ambang ketidakpastian status kepegawaian.
Kepala Puskesmas Dompu Kota, Syarif Efendi, mengonfirmasi bahwa rekrutmen ini ditujukan khusus bagi sebelas orang tenaga honorer. Mereka adalah kelompok yang tidak ter-cover, baik dalam skema PPPK penuh waktu maupun paruh waktu pada periode sebelumnya.
Menurut Syarif, kebijakan ini bukan tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Dompu, Bambang Firdaus.
“Langkah ini sudah mendapatkan petunjuk dari Bapak Bupati untuk mencegah menumpuknya pengangguran di daerah kita,” tegas Syarif.
Selain untuk menekan angka pengangguran, rekrutmen internal ini dihajatkan untuk memastikan hak-hak dasar para tenaga honorer tersebut, terutama terkait kepastian gaji yang dapat mereka terima secara rutin setiap bulannya.
Selain fokus pada tenaga honorer, Puskesmas Dompu Kota juga membidik penyerapan tenaga profesi dokter. Syarif mengakui adanya fenomena surplus lulusan dokter di wilayah Dompu yang saat ini belum mendapatkan lapangan pekerjaan yang memadai.
Namun, karena keterbatasan formasi dan penyesuaian anggaran, pihak Puskesmas akan memulai langkah kecil dengan merekrut satu orang tenaga dokter terlebih dahulu.
“Saat ini di Dompu sudah banyak dokter yang belum mendapatkan lapangan kerja. Karenanya, kami akan merekrut satu dokter saja dulu sebagai tahap awal,” tambahnya. (Rasya)
35,190 total views, 35,190 views today









