LOMBOK TENGAH – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Forum Focus Group Discussion (FGD) Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada 3–4 Juni 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Forum dua hari itu mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga mitra. ITDC menggandeng tim fasilitator dari Universitas Mataram (Unram) untuk memandu jalannya diskusi.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak semata ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi.
“Keberlanjutan sebuah destinasi juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung,” ujar Troy, Minggu (7/6/2026).
Troy menambahkan, masukan dari forum ini akan menjadi referensi bagi ITDC dalam memastikan The Mandalika tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Forum ini turut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kehadiran pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, guna memastikan pengembangan KEK Mandalika selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah.
Infrastruktur Strategis Lewat MUTIP
Sejalan dengan pengembangan kawasan, ITDC juga menjalankan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP), proyek yang didanai melalui skema Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Melalui MUTIP, sejumlah infrastruktur strategis telah dibangun, meliputi jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana, hingga fasilitas publik pendukung masyarakat.
Transformasi Dirasakan Warga
Perwakilan tokoh masyarakat, Rata Wijaya, mengungkapkan bahwa kehadiran kawasan The Mandalika membawa transformasi nyata dalam kehidupan warga sekitar.
“Masyarakat saat ini memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian dibanding sebelumnya. Selain sektor pertanian dan perikanan, kini berkembang pula sektor UMKM, jasa, kuliner, dan aktivitas pariwisata lainnya,” kata Rata.
Ia berharap masyarakat lokal terus mendapat ruang untuk berkembang agar manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas.
Enam Tema Strategis
Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD mendiskusikan enam tema strategis, yakni: pengembangan pariwisata dan dampaknya pada masyarakat; peluang kerja dan pengembangan ekonomi lokal; keberlanjutan mata pencaharian dan kearifan lokal; pengembangan masyarakat; serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan.
Troy menutup dengan menegaskan komitmen ITDC untuk terus membuka ruang dialog. “ITDC akan terus membuka ruang dialog dan partisipasi untuk memastikan setiap langkah pengembangan The Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Dat)
7,335 total views, 7,335 views today










