• Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dompu Lawan Stunting Dengan Perangi Pernikahan Dini

admintofo by admintofo
20 Mei 2026
in Kesehatan
0
Dompu Lawan Stunting Dengan Perangi Pernikahan Dini

DOMPU – Usia remaja sejatinya menjadi masa yang riuh dengan proses pencarian jati diri dan merajut cita-cita di bangku sekolah. Namun, bagi sebagian anak perempuan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mimpi-mimpi itu kerap terpaksa terhenti di depan pelaminan. Pernikahan di bawah umur, yang oleh sebagian pihak mungkin masih dianggap sebagai “solusi” kehidupan, nyatanya justru menjadi gerbang pembuka menuju krisis baru yang jauh lebih gelap: stunting dan kemiskinan ekstrem.

Realitas pahit inilah yang kini tengah diperangi secara agresif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu. Membawa target ambisius untuk menihilkan angka kemiskinan ekstrem pada tahun 2027 dan menurunkan prevalensi stunting yang masih bertengger di angka 19,8 persen, pemerintah daerah menyadari satu hal krusial: membagikan bantuan sosial saja tidak akan pernah cukup. Akar masalahnya harus dicabut. Dan akar itu bernama pernikahan dini.

“Pernikahan dini memicu krisis multidimensi yang saling berkaitan,” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP KB) Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati, Selasa (19/5/2026).
Perempuan yang akrab disapa Umi Yat ini menyoroti bagaimana pernikahan anak bukan sekadar urusan perubahan status di kartu keluarga, melainkan pertaruhan masa depan dan nyawa.

Secara biologis, organ tubuh dan tinggi badan remaja perempuan masih dalam tahap pertumbuhan hingga mereka menginjak usia 21 tahun. Ketika kehamilan terjadi terlalu dini, sebuah “kompetisi” gizi yang memilukan terjadi di dalam tubuh sang ibu muda. Janin dan ibunya harus berebut asupan nutrisi.

Akibatnya fatal. Kondisi ini kerap berujung pada malnutrisi, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan pada akhirnya mencetak generasi stunting yang baru. Ancaman itu bahkan merenggut nyawa. “Secara medis, perempuan usia 15 hingga 19 tahun memiliki risiko kematian lima kali lebih besar saat melahirkan dibandingkan mereka yang telah berusia di atas 20 tahun,” jelas Umi Yat.

Organ reproduksi yang belum matang sempurna membuat ibu muda rentan mengalami keguguran, perdarahan hebat, hingga preeklampsia. Belum lagi risiko psikologis seperti kecemasan dan depresi yang kerap mengintai ketidaksiapan mental mereka.

Dari bilik pelaminan yang terlalu dini itu pula, kemiskinan baru lahir. Remaja yang putus sekolah terpaksa masuk ke arena kehidupan tanpa ijazah dan keterampilan yang memadai. Pasangan muda ini kemudian kerap terjebak pada pekerjaan serabutan berpenghasilan rendah. Tanpa kemandirian finansial, impian untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pendidikan anak di masa depan menjadi sesuatu yang teramat sulit dijangkau.

Menolak menyerah pada siklus yang merugikan ini, DPP KB Dompu kini merajut jaring pengaman yang lebih kuat di tengah masyarakat. Pendekatan tidak lagi hanya dilakukan dari balik meja birokrasi.

Sebanyak 546 Tim Pendamping Keluarga (TPK) kini telah disebar ke seluruh pelosok desa dan kelurahan. Bekerja secara door-to-door, tim ini menjadi garda terdepan yang tak lelah mengedukasi masyarakat tentang bahaya pergaulan bebas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta dampak buruk pernikahan di usia belia. Kinerja Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Petugas Keluarga Berencana (PKB) pun terus dipacu.

Lebih dari itu, kolaborasi lintas sektor dipererat. Salah satu yang paling strategis adalah menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan. KUA kini tidak sekadar menjadi tempat pencatatan nikah, melainkan benteng edukasi pranikah. Di sinilah calon pengantin dibekali pemahaman mendalam tentang kesiapan mental, pondasi ekonomi, dan kesehatan reproduksi.

Langkah sinergis dan terukur ini terbukti efektif, bahkan sukses membawa KUA Kecamatan Dompu meraih penghargaan bergengsi atas kontribusi nyatanya dalam membantu percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Perang melawan kemiskinan ekstrem dan stunting di Dompu bukanlah semata soal mengejar tenggat waktu tahun 2027 atau menurunkan persentase statistik. Ini adalah upaya besar menyelamatkan sebuah generasi. Memastikan bahwa setiap anak perempuan di Dompu berhak tumbuh seutuhnya, mengejar mimpi setinggi-tingginya, dan memutus rantai kemiskinan sebelum mereka benar-benar siap membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. (Idin)

 7,861 total views,  4 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu
Kesehatan

Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu

8 Oktober 2026
Dompu Dapat Kucuran APBD I Rp 14 M Untuk Revitalisasi DAM Kadindi
Kesehatan

Hari Penglihatan Sedunia 2026: Komitmen Bupati Bambang Firdaus Memperkuat Layanan Mata

7 Oktober 2026
Langkah Strategis Dinas Kesehatan Dompu Perkuat Akurasi Data ASPAK
Kesehatan

Langkah Strategis Dinas Kesehatan Dompu Perkuat Akurasi Data ASPAK

6 Oktober 2026
Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum
Kesehatan

Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

5 Oktober 2026
CT Scan Segera Hadir di RSUD Dompu, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Daerah
Kesehatan

CT Scan Segera Hadir di RSUD Dompu, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Daerah

3 Oktober 2026
RSUD Dompu Belum Punya Dokter Spesialis Mata yang Bisa Operasi, Direktur Dorong Putra Daerah Sekolah Spesialis
Kesehatan

RSUD Dompu Ingatkan Korban dan Pelaku Perkelahian Tak Ditanggung BPJS, Orang Tua Wajib Ekstra Waspada

3 Oktober 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu

Kolaborasi Besar Penanganan Katarak di Kabupaten Dompu

8 Oktober 2026
Dompu Dapat Kucuran APBD I Rp 14 M Untuk Revitalisasi DAM Kadindi

Hari Penglihatan Sedunia 2026: Komitmen Bupati Bambang Firdaus Memperkuat Layanan Mata

7 Oktober 2026
Langkah Strategis Dinas Kesehatan Dompu Perkuat Akurasi Data ASPAK

Langkah Strategis Dinas Kesehatan Dompu Perkuat Akurasi Data ASPAK

6 Oktober 2026
Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

5 Oktober 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist