• Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Menghitung Mundur di Kas Pemkab Dompu : Kolaps yang Terus Ditunda

admintofo by admintofo
12 Juni 2026
in Ekonomi
0
Menghitung Mundur di Kas Pemkab Dompu : Kolaps yang Terus Ditunda

DOMPU — Ada hitungan mundur yang berjalan diam-diam dalam megahnya gedung pemerintahan Kabupaten Dompu. Bukan menuju perayaan, melainkan menuju titik di mana kas daerah disebut bisa kehabisan napas.

Awalnya, garis merah itu jatuh pada April, bulan ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diperkirakan mulai terguncang, dengan Mei sebagai bulan kolaps. Lalu jadwal itu bergeser. Kini terguncang pada Mei, kolaps pada Juni, tepat setelah gaji ke-13 dibayarkan. Yang menarik, kolaps itu tidak terhindarkan karena keuangan membaik. Ia tertunda justru karena sebagian pengeluaran sengaja ditahan.

Inilah potret fiskal Dompu hingga pertengahan 2025, sebuah daerah yang bertahan hidup bukan dengan menambah pemasukan, melainkan dengan menunda pembayaran.

Bukan gaji, tapi belanja lain yang bikin ngos-ngosan

Banyak yang mengira beban berat keuangan daerah ada pada belanja pegawai. Di Dompu, justru sebaliknya. Belanja gaji bukan persoalan. Yang membuat kas megap-megap adalah belanja-belanja lain di luar gaji.

Logikanya sederhana namun menekan. Semakin besar target belanja yang dipasang, semakin besar pula kebutuhan anggaran yang harus tersedia setiap bulan. Ketika ambisi belanja tidak diimbangi laju pemasukan, yang tersisa hanyalah jarak yang menganga antara apa yang ingin dibelanjakan dan apa yang benar-benar ada di kas. Jarak itulah yang kini dijaga mati-matian agar tidak terjun bebas.

Bertahan dengan menunda

Cara Dompu menahan diri dari titik kritis terlihat dari pos-pos belanja yang ditahan langkahnya. Dinas Kesehatan, sebagai contoh, hingga Mei baru satu kali mengajukan Ganti Uang (GU). Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan dinas itu pun baru terbayar sampai Februari.

Setiap pembayaran yang ditunda adalah satu hari tambahan agar kas tetap bernapas. Tapi penundaan bukan penyelesaian justru hanya memindahkan beban ke bulan berikutnya, menumpuk seperti utang waktu yang cepat atau lambat harus dilunasi.

PAD yang dipasang tinggi, lalu seret di lapangan

Akar masalahnya menjalar ke sisi pendapatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipatok dengan angka yang dinilai terlalu ambisius, sehingga sulit dikejar. Hasilnya, sampai memasuki akhir semester pertama, realisasi PAD baru bergerak di kisaran 7 persen, jauh dari yang dipasang di atas kertas.

Pos pajak daerah menegaskan pola yang sama. Pada 2025, realisasi pajak diperkirakan hanya sekitar Rp 28,25 miliar dari target Rp 33,45 miliar; tak pernah menyentuh angka penuh. Anehnya, target yang tak tercapai itu tidak diturunkan untuk tahun berikutnya. Sebaliknya, pada 2026 target pajak daerah justru dikerek naik menjadi Rp 51,75 miliar, hampir dua kali lipat dari realisasi tahun ini.

Suara dari ruang keuangan

Dalam situasi begini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu, Muhammad Syahroni, SP, tidak menutupi keadaan. “Uang yang ada dalam kas daerah sangat terbatas, sementara proses belanja tetap jalan,” ujarnya.

Menurut Syahroni, denyut kas daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Secara keseluruhan, realisasi pendapatan daerah tercatat di angka 37,8 persen. Dana transfer sudah menyumbang realisasi 43,8 persen dari target — menjadi penopang utama. Sementara PAD, sang tumpuan kemandirian daerah, masih merangkak di angka 7,47 persen. “Pendapatan yang masuk ke kas daerah memang sangat tergantung pada dana transfer,” katanya.

Soal TPP yang sementara ditahan, Syahroni memastikan pembayaran akan direalisasikan, tetapi dengan syarat yang sudah bisa ditebak, menunggu dana transfer periode berikutnya masuk pada akhir Juni.

Menanti transfer, menahan napas

Maka di sinilah Dompu berdiri pada paruh tahun anggaran, bergantung pada kiriman dari pusat, menahan sebagian kewajiban, dan berharap roda belanja tidak berhenti sebelum waktunya.

Hitungan mundur itu masih berdetak. Selama PAD belum tumbuh dan target belanja belum dijinakkan, daerah ini akan terus hidup dari satu periode transfer ke periode transfer berikutnya, menarik napas panjang setiap kali uang dari pusat tiba, lalu menahannya kembali sampai kiriman selanjutnya datang. (Idin)

 15,287 total views,  4 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
Ekonomi

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

20 Oktober 2026
Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur Perkuat Kemitraan Strategis, Tingkatkan Layanan kepada Masyarakat
Ekonomi

Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur Perkuat Kemitraan Strategis, Tingkatkan Layanan kepada Masyarakat

13 Oktober 2026
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan
Ekonomi

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

2 Oktober 2026
Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan di NTB
Ekonomi

Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan di NTB

23 September 2026
Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati
Ekonomi

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

14 September 2026
Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran
Ekonomi

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

28 Agustus 2026

Berita Terbaru

Segera Terbitkan Izin Eksplorasi PT STM di Hu’u

Segera Terbitkan Izin Eksplorasi PT STM di Hu’u

21 Oktober 2026
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

20 Oktober 2026
Dinkes Dompu: Belum Ada Kasus Influenza A, tapi ISPA Mulai Meningkat

Dinkes Dompu: Belum Ada Kasus Influenza A, tapi ISPA Mulai Meningkat

20 Oktober 2026
Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

Aturan Klaim BPJS Makin Ketat, RSUD Dompu Perkuat Kemampuan Tenaga Kesehatan Lewat OJT GADAR

15 Oktober 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist