MANDALIKA – Sorak sorai penonton pecah di area lintasan sepatu roda di Parkir Sirkuit Mandalika ketika Satya Chandra Widana, yang lebih akrab disapa Bhim, dan pasangannya Romeo melintasi garis finis lebih dulu. Keduanya baru saja mengukir sejarah dengan merebut medali emas nomor team 500 meter putra pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, mengharumkan nama Kota Bima di kancah olahraga tingkat provinsi.
Kemenangan ini lahir dari perjuangan panjang, latihan yang menguras keringat, dan tekad yang tak pernah surut meski lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan.
Duel Panas Melawan Sang Unggulan
Final nomor team 500 meter putra berlangsung dengan tensi tinggi. Bhim dan Romeo harus berhadapan langsung dengan tim asal Lombok Barat dan Kita Mataram yang sebelum pertandingan sudah diunggulkan banyak pihak untuk merengkuh gelar juara. Reputasi tim Lombok Barat dan Kota Mataram

memang tidak main-main, mereka datang dengan rekam jejak dan persiapan yang matang.
Namun predikat unggulan itu justru menjadi pemantik semangat bagi duet asal Bumi Maja Labo Dahu. Sejak start, keduanya tampil percaya diri, menjaga ritme kayuhan dengan disiplin, dan membaca setiap pergerakan lawan dengan cermat. Memasuki putaran akhir, adu kecepatan pun tak terelakkan. Detik demi detik berjalan tegang, penonton yang memadati pinggir lintasan riuh memberi dukungan.
Pada akhirnya, kekompakan dan strategi yang matang membawa Bhim dan Romeo unggul tipis dari tim Lombok Barat. Garis finis dilewati dengan selisih yang sangat tipis, cukup untuk memastikan medali emas jatuh ke tangan Kota Bima.
“Kami sudah latihan keras untuk momen ini. Rasanya campur aduk, tegang tapi begitu sampai finis dan tahu kami menang, semua rasa lelah itu terbayar,” ujar Bhim usai pertandingan, masih dengan napas terengah dan wajah berbinar bahagia.
Buah Kerja Keras RBC Dompu
Prestasi gemilang ini tidak lepas dari peran klub yang membesarkan nama Bhim dan Romeo, yaitu Remaja Bhayangkara Club (RBC) Polres Dompu. Klub ini dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan atlet sepatu roda yang cukup disegani di wilayah Dompu dan sekitarnya. Dari sanalah bakat keduanya diasah sejak masih berstatus pemula hingga mampu bersaing di level provinsi.
Kepiawaian yang mereka tunjukkan di RBC Polres Dompu rupanya menarik perhatian Cabor Sepatu Roda Kota Bima. Melihat potensi besar pada diri Bhim dan Romeo, pengurus cabang olahraga tersebut kemudian merekrut keduanya untuk memperkuat kontingen Kota Bima dalam ajang Porprov NTB kali ini. Keputusan itu terbukti tepat, sebab keduanya langsung mempersembahkan hasil maksimal berupa medali emas.
Pelatih dari Cabor Sepatu Roda RBC Polres Dompu Iwan Chandra mengaku bangga dengan capaian anak asuhnya. Menurut Iwan, kombinasi antara pengalaman bertanding dan mental juara yang dimiliki Bhim dan Romeo menjadi kunci kemenangan mereka melawan tim-tim kuat lainnya, termasuk Lombok Barat dan Kota Mataram yang sempat diprediksi banyak orang akan melenggang mudah menuju podium teratas.
“Kami sudah lihat potensi mereka sejak awal seleksi. Latihan intensif kami lakukan agar mereka siap menghadapi tim-tim kuat. Hasil ini adalah bukti kerja keras seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan dari RBC Dompu yang sudah membina mereka sejak awal,” ungkap salah satu pengurus cabor.
Kebanggaan untuk Kota Bima
Kemenangan Bhim dan Romeo memberikan warna tersendiri bagi kontingen Kota Bima di ajang Porprov NTB. Cabang olahraga sepatu roda selama ini memang kerap dianggap sebagai olahraga yang belum begitu populer dibandingkan cabang lain, namun prestasi seperti inilah yang perlahan mengangkat citranya di mata masyarakat luas.
Para pendukung yang hadir di lokasi pertandingan tak henti memberikan tepuk tangan begitu pengalungan medali emas dilakukan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa dengan latihan disiplin dan dukungan pembinaan yang tepat, atlet daerah mampu bersaing bahkan mengungguli tim-tim yang datang dengan status favorit.
Bagi Bhim sendiri, medali emas ini menjadi motivasi untuk terus berkembang. Ia berharap prestasi ini bisa menginspirasi generasi muda di Kota Bima dan Dompu untuk lebih serius menekuni olahraga sepatu roda, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pembinaan atlet-atlet muda berbakat di daerah.
“Semoga ini jadi motivasi buat adik-adik yang mau mulai latihan sepatu roda. Kalau kita mau kerja keras dan disiplin latihan, hasilnya pasti tidak akan mengkhianati usaha,” pungkas Bhim dengan senyum penuh syukur. (didat)
29,410 total views, 29,410 views today









