DOMPU — Kesehatan penglihatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan menggandeng The Fred Hollows Foundation (FHF) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kolaborasi lintas lembaga ini diwujudkan melalui agenda bakti sosial pelayanan kesehatan mata berupa operasi katarak dan pterygium. Kegiatan besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di RSUD Dompu, bertepatan dengan momentum peringatan World Sight Day atau Hari Mata Sedunia.
Pelaksanaan bakti sosial ini membawa angin segar bagi ratusan warga yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan pterygium. Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, menjelaskan bahwa kehadiran program tersebut memberikan solusi langsung bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah mata.
Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat tertangani secara optimal tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. “Dengan adanya Operasi Katarak dan Pterigium ini, pasien-pasien mata yang butuh operasi tidak perlu keluar Dompu,” ujar direktur.
Katanya, kendati biaya tindakan medis operasi mata secara umum ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS, perjalanan berobat ke luar daerah tetap membebani pasien dari aspek finansial. Kebutuhan biaya hidup selama di luar kota serta ongkos transportasi untuk pendamping pasien sering kali menjadi beban tambahan yang cukup berat bagi keluarga.
“Oleh karena itu, kehadiran layanan operasi langsung di RSUD Dompu menjadi jawaban konkret atas persoalan logistik dan ekonomi tersebut”, terang dr. Fit biasa direktur RSUD Dompu disapa.
Di sisi lain, tantangan besar dalam pelayanan kesehatan mata di wilayah Kabupaten Dompu masih berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia. Dr. Fitratul Ramadhan memaparkan bahwa daerah ini masih kekurangan tenaga dokter spesialis mata yang bertugas secara tetap.
Selama ini lanjutnya, dokter spesialis mata yang datang berkunjung ke RSUD Dompu hanya hadir sekali dalam seminggu dan terbatas pada pelayanan pengobatan jalan saja, tanpa melaksanakan tindakan operasi medis.
Sebagai langkah antisipasi dan perbaikan jangka panjang, pihak manajemen rumah sakit telah menyiapkan sejumlah strategi pemecahan masalah.
Solusi ke depan mencakup upaya menghadirkan dokter spesialis mata yang mampu melaksanakan tindakan operasi secara rutin, minimal dua atau tiga kali dalam seminggu. Selain itu, pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah secara aktif mendorong para pegawai negeri sipil (PNS) maupun putra-putri daerah untuk mengambil jalur pendidikan spesialis mata, mengingat saat ini belum ada warga lokal yang menempuh sekolah khusus di bidang tersebut.
Peringatan Hari Mata Sedunia tahun 2026 dengan mengusung semangat “Mata Sehat, Masa Depan Lebih Baik” merefleksikan harapan besar bagi kemajuan kualitas hidup masyarakat Dompu. Aksi kemanusiaan ini diharapkan mampu menjadi momentum perbaikan fasilitas kesehatan secara berkesinambungan.
“kita berharap agar kegiatan bakti sosial pelayanan operasi ini dapat berjalan secara rutin demi mewujudkan masyarakat yang sehat secara paripurna,” ungkap dr. Fit. (Idin)
2,438 total views, 2,438 views today









