DOMPU — Poltekkes Kemenkes RI Mataram bersama BLUD UPTD Puskesmas Dompu Kota menggelar bakti sosial pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Imam Bukhari Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini membawa layanan kesehatan dan edukasi gizi langsung ke tempat para santri dan santriwati belajar dan tinggal.
Ada tiga kegiatan utama. Pertama, pelayanan Cek Kesehatan Gratis Sekolah (CKGS). Tenaga kesehatan dan mahasiswa Poltekkes memeriksa kondisi para santri agar masalah kesehatan terdeteksi sejak dini dan segera ditangani.
Kepala Puskesmas Dompu Kota, H. Syarif Efendi, menyampaikan bahwa cek kesehatan penting untuk mengetahui dan mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami setiap santri dan santriwati. Dia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang yang baik dan benar bagi mereka. Menurut dia, kesehatan santri hanya bisa dijaga bila masalahnya diketahui lebih awal dan kebutuhan gizinya tercukupi setiap hari.
Kedua, penyuluhan dan edukasi kesehatan reproduksi. Materi ini diberikan kepada santri dan santriwati yang sedang memasuki masa remaja. Pada usia ini mereka mengalami banyak perubahan fisik dan emosional. Pemahaman yang benar tentang tubuh sendiri membantu mereka menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang tepat. Penyuluhan di pesantren juga memberi ruang bagi remaja untuk bertanya langsung kepada tenaga kesehatan dengan cara yang nyaman.
Ketiga, penyuluhan dan demonstrasi pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi santri dan santriwati. Peserta melihat langsung cara mengolah bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar Dompu menjadi makanan bergizi. Pendekatan ini realistis karena dapur pesantren umumnya bekerja dengan anggaran terbatas. Bahan lokal yang murah, segar, dan tersedia sepanjang waktu bisa memenuhi kebutuhan gizi ratusan santri setiap hari.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes RI Mataram, Irfan, SKM, M.Kes. Hadir pula Kepala Dinas Kesbangpol Dompu Feri Afrodi, Camat Dompu Muhammad Iksan, ST, M.Si, Lurah Karijawa, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Karijawa, serta Ketua RT 12 Lingkungan Jalan Baru Karijawa. Kehadiran unsur pemerintah, aparat wilayah, dan tokoh lingkungan menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program kesehatan di pesantren.
Kolaborasi ini memperlihatkan pembagian peran yang saling melengkapi. Poltekkes menghadirkan tenaga pendidik dan mahasiswa yang menerapkan ilmunya langsung di lapangan. Puskesmas Dompu Kota menjadi fasilitas kesehatan terdekat bagi warga. Pemerintah kecamatan dan kelurahan memastikan kegiatan berjalan baik di wilayahnya. Pesantren, sebagai tuan rumah, membuka akses ke kelompok remaja dalam jumlah besar.
Syarif Efendi berharap kerja sama ini berlanjut dan meluas. “Kami berharap kerja sama dengan Poltekkes Kementerian Kesehatan Mataram dengan Puskesmas di Kabupaten Dompu akan terus berlanjut, tidak hanya di sini tapi di semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Dompu,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa kesehatan. Mereka belajar berkomunikasi dengan remaja, membaca kebutuhan masyarakat, dan menyampaikan pesan kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Tantangan berikutnya adalah keberlanjutan. Pemeriksaan satu kali tentu bermanfaat, tetapi dampaknya lebih kuat jika hasil CKGS ditindaklanjuti, materi reproduksi sehat diulang berkala, dan resep pangan lokal benar-benar diterapkan di dapur pesantren. Harapan Kepala Puskesmas agar kerja sama berlanjut ke seluruh puskesmas di Dompu menjadi modal yang baik untuk menjaganya.
Dari Karijawa, terlihat bahwa kesehatan santri dibangun lewat pemeriksaan, pengetahuan, dan makanan bergizi sehari-hari. Ketiganya dikerjakan bersama oleh institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan pemerintah daerah. (Idin)
5,396 total views, 44 views today










