DOMPU — Paradigma pelayanan publik mengalami pergeseran signifikan ketika fasilitas kesehatan memilih untuk mendatangi warga secara langsung. Minggu, 5 April 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mewujudkan gagasan tersebut melalui aksi nyata di arena Car Free Day.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Dompu Melayani yang memeriahkan Hari Jadi Dompu ke-211. Pendekatan proaktif ini membuktikan bahwa ruang publik dapat berfungsi ganda, bertransformasi dari arena rekreasi menjadi simpul pelayanan kesehatan yang inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menghadirkan Ruang Medis di Area Publik
Sebanyak 61 anak dari tiga kecamatan, yakni Dompu, Woja, dan Pajo, mengikuti kegiatan sunatan massal yang menjadi inti acara tersebut. Kehadiran puluhan anak ini mencerminkan antusiasme tinggi warga terhadap program kesehatan yang diinisiasi pemerintah daerah.
Pelaksanaan sunatan massal di ruang terbuka memberikan warna baru, di mana suasana tegang yang biasanya menyertai prosesi khitanan anak-anak dapat berkurang karena dikemas dalam atmosfer yang lebih cair, ramah anak, serta penuh kebersamaan.
Pelayanan yang diberikan menjangkau spektrum yang luas bagi kebutuhan warga. Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Dompu untuk memastikan standar medis terpenuhi secara optimal.
Keterlibatan tenaga profesional kesehatan mencakup dokter umum hingga dokter spesialis berpengalaman. Kehadiran para dokter ini memungkinkan masyarakat luas untuk mendapatkan pengobatan serta pemeriksaan kesehatan gratis secara langsung tanpa hambatan prosedural yang rumit di fasilitas kesehatan formal.
Omiyati Fatimah, S. Sos. MPH., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menyampaikan bahwa pelayanan di ruang publik merupakan strategi kunci untuk mendekatkan akses medis kepada warga. Dia menegaskan bahwa langkah ini mempermudah masyarakat mendapatkan hak kesehatan langsung di tempat mereka beraktivitas sehari-hari, sehingga jarak fisik maupun psikologis antara tenaga medis dan pasien dapat terpangkas dengan baik.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Warga
Dukungan lintas sektor turut memperkuat kesuksesan program pelayanan kesehatan publik ini. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu mengambil peran penting dengan menyediakan sarung serta pakaian bagi 61 anak peserta sunatan massal.
Sinergi antarlembaga ini menunjukkan bagaimana kolaborasi multipihak mampu menciptakan dampak sosial yang masif dan terukur. Keterlibatan BAZNAS memberikan kebahagiaan tambahan bagi anak-anak beserta keluarga mereka, meringankan beban ekonomi warga, serta mempererat solidaritas sosial di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Pola pelayanan semacam ini memperlihatkan orientasi yang berfokus pada kemudahan akses masyarakat. Arena Car Free Day yang biasanya didedikasikan untuk olahraga dan rekreasi keluarga berhasil disulap menjadi pusat layanan publik yang fungsional. Warga yang datang untuk berolahraga dapat sekaligus memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan tanpa harus meluangkan waktu khusus berkunjung ke puskesmas atau rumah sakit.
Efisiensi waktu dan kemudahan lokasi menjadi daya tarik tersendiri yang mendongkrak partisipasi publik. Pemerintah daerah menyadari bahwa hambatan geografis dan psikologis kerap menjadi kendala bagi sebagian warga untuk mengakses layanan kesehatan.
Melalui pendekatan jemput bola ini, hambatan tersebut dapat diatasi secara efektif melalui kehadiran langsung tenaga medis di ruang-ruang publik yang akrab dengan keseharian warga.
Penguatan Layanan Promotif dan Preventif
Transformasi layanan publik melalui pemanfaatan ruang terbuka memiliki signifikansi tersendiri bagi upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Ruang publik menciptakan ekosistem di mana warga dapat mengakses informasi kesehatan secara santai, edukatif, dan interaktif. Masyarakat memperoleh kesempatan emas untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka sebelum gejala penyakit berkembang menjadi parah atau kronis.
Pendekatan ini mengubah orientasi kesehatan dari yang bersifat kuratif menuju pencegahan yang berkelanjutan. Warga didorong untuk lebih sadar mengenali kondisi fisik mereka melalui interaksi langsung bersama tenaga medis yang kompeten. Pemeriksaan kesehatan berkala di ruang terbuka membiasakan masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan preventif sejak dini, membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya deteksi dini penyakit.
Omiyati Fatimah menambahkan bahwa agenda tersebut melampaui perayaan seremonial hari jadi daerah. Dia menilai bahwa kehadiran tenaga medis bersama warga menjadi cara efektif untuk memastikan denyut pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Program Dompu Melayani, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendekatkan layanan publik secara nyata, humanis, berkesinambungan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga Kabupaten Dompu secara menyeluruh. (Idin/adv)
47,039 total views, 4 views today









