DOMPU — Pemerintah Kabupaten Dompu menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui rangkaian peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026. Momentum tahunan skala global yang diperingati setiap Kamis kedua bulan Oktober ini menjadi pijakan penting pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan deteksi dini dan pelayanan kesehatan mata hingga ke pelosok wilayah pedesaan.
Dalam rangka mematangkan pelaksanaan kegiatan tersebut, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE memimpin apel koordinasi kesehatan masyarakat secara terpadu. Apel koordinasi ini mengonsolidasikan seluruh lini tenaga kesehatan, dinas terkait, instansi pelayanan publik, hingga organisasi kemasyarakatan agar upaya pencegahan gangguan penglihatan dapat berjalan secara terstruktur, sistematis, dan efektif di seluruh penjuru Kabupaten Dompu.
Berdasarkan Surat Undangan Resmi Pemerintah Kabupaten Dompu Nomor 800/3736/Dikes/X/2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, puncak peringatan di tingkat daerah dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026 bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu mulai pukul 08.00 WITA. Tahun ini, tema nasional yang diusung adalah “Skrining Mata, Langkah Kecil Untuk Manfaat Besar”.
Pesan utama kegiatan berfokus pada pentingnya pemeriksaan mata secara rutin sebagai bentuk langkah preventif dasar. Gangguan penglihatan yang terdeteksi sejak tahap awal dapat mencegah terjadinya kebutaan permanen sekaligus mempertahankan tingkat produktivitas harian warga masyarakat. Oleh sebab itu, RSUD Dompu disiapkan secara khusus sebagai pusat pelayanan skrining massal, konsultasi dokter spesialis, serta penanganan tindakan medis lanjutan.
Langkah konkret Kabupaten Dompu ini selaras dengan kampanye global Badan Internasional Pencegahan Kebutaan (IAPB) yang mengusung gerakan #SayangiMataAnda (Love Your Eyes). Kampanye internasional tersebut menekankan pentingnya ketersediaan layanan kesehatan mata yang mudah diakses, ramah bagi semua kalangan, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Bupati Bambang Firdaus menekankan bahwa kesehatan organ penglihatan merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul serta berkualitas di Kabupaten Dompu. Pemeriksaan mata sederhana yang dilakukan hari ini memberikan dampak perlindungan yang sangat signifikan bagi masa depan setiap individu. Pemerintah daerah mendorong timbulnya kesadaran kolektif agar warga tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna memeriksakan kondisi penglihatan mereka.
Pendekatan pencegahan dan penanganan gangguan penglihatan di Kabupaten Dompu mencakup beberapa aspek krusial. Aspek pertama difokuskan pada penguatan deteksi dini di tingkat pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas, puskesmas pembantu, serta posyandu. Seluruh jajaran tenaga kesehatan dilatih secara berkala untuk mengenali gejala awal penyakit katarak, kelainan refraksi, glaukoma, hingga retinopati diabetik yang sering kali terlambat disadari oleh penderita.
Aspek kedua berkaitan erat dengan perhatian khusus terhadap kesehatan mata anak-anak di sekolah maupun di rumah. Penggunaan perangkat layar digital yang makin masif dalam proses pembelajaran maupun hiburan harian berpotensi meningkatkan risiko kelainan refraksi seperti miopi pada usia muda. Melalui kolaborasi strategis antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, program pemeriksaan mata berkala direncanakan menyasar para siswa sekolah dasar dan menengah di wilayah Kabupaten Dompu. Para orang tua dan tenaga pendidik diimbau aktif mengawasi kebiasaan membaca serta membatasi durasi pemakaian gawai pada anak.
Aspek ketiga menyasar perlindungan serta keselamatan mata di lingkungan kerja. Sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta konstruksi yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Dompu memiliki potensi risiko cedera mata yang tergolong tinggi. Para pekerja diimbau untuk selalu menerapkan standar keselamatan kerja, termasuk disiplin menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di lingkungan kerja berisiko.
Secara global, jutaan manusia di berbagai belahan dunia hidup dengan gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah atau disembuhkan jika memperoleh penanganan medis secara tepat dan memadai. Akses yang terbatas terhadap kacamata korektif atau operasi katarak sederhana masih menjadi tantangan di kawasan pedesaan. Gerakan #SayangiMataAnda hadir mengikis berbagai hambatan tersebut dengan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran, menyediakan sarana prasarana, serta menyiagakan tenaga medis profesional.
Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 di RSUD Dompu diharapkan menjadi momentum penggerak perubahan yang berkelanjutan. Melalui apel koordinasi yang dipimpin Bupati Bambang Firdaus, seluruh jajaran dinas kesehatan diinstruksikan untuk menindaklanjuti agenda ini dengan program pelayanan lapangan yang rutin. Dia menegaskan bahwa seluruh warga Kabupaten Dompu berhak mendapatkan akses pelayanan kesehatan mata yang memadai agar mampu beraktivitas secara produktif, mandiri, dan sejahtera.
Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah, kesiapan fasilitas kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama tercapainya target Dompu bebas gangguan penglihatan terabaikan. Langkah kecil berupa pemeriksaan mata sederhana di RSUD Dompu pada 8 Oktober 2026 menjadi simbol kebersamaan demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang jauh lebih baik. (Idin/adv)
9,189 total views, 9,189 views today









