ADVERTISEMENT
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Minggu, 19 Juli 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Opini

Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar

admintofo by admintofo
18 Juli 2026
in Opini
0
Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar

PT Amman Mineral Internasional Tbk (Foto: Istimewa)

Oleh: M. Didat Fadilah

Ada kabar baik yang layak dirayakan dari industri pertambangan nasional. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) baru saja membuktikan bahwa investasi besar di sektor hilirisasi mineral bisa berbuah manis. Setelah setahun penuh menahan napas menyaksikan produksi tertekan akibat siklus stripping di Fase 8 tambang Batu Hijau, perusahaan ini kini melesat dengan proyeksi produksi konsentrat tembaga yang melonjak hampir tiga kali lipat, dari 453,4 ribu dry metric ton (DMT) pada 2025 menjadi 1,29 juta DMT tahun ini. Katoda tembaga, produk akhir yang siap dipasarkan, pun ditargetkan naik lebih dari 100% dari 79.848 ton menjadi 162.662 ton.

Bagi daerah seperti Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), pertumbuhan produksi tambang berskala besar berarti perputaran ekonomi yang lebih besar pula, mulai dari serapan tenaga kerja lokal, aktivitas rantai pasok kontraktor, hingga penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral logam. 

Sejak beralih dari PT Newmont Nusa Tenggara menjadi Amman Mineral, tambang Batu Hijau telah membuktikan diri sebagai salah satu aset strategis nasional yang terus tumbuh nilai tambahnya, terutama setelah kehadiran smelter tembaga yang mengubah Indonesia dari hanya pengekspor bahan mentah menjadi produsen katoda tembaga bernilai jual tinggi.

Capaian produksi tahun ini bukan kebetulan. Ini adalah buah dari kesabaran menjalankan siklus penambangan yang memang membutuhkan tahapan panjang mulai dari mengupas lapisan penutup lebih dulu sebelum bisa memaksimalkan hasil bijih. 

Ketika banyak pihak sempat mempertanyakan penurunan produksi tahun lalu, manajemen AMNT tampaknya sudah memiliki roadmap yang jelas. Direktur Utama AMNT Rachmat Makkasau bahkan menegaskan hal ini secara terbuka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, bahwa penurunan 2025 memang bagian dari perencanaan tambang, bukan indikasi masalah struktural. Dan hasilnya kini mulai terlihat, smelter yang sempat tertatih kini beroperasi penuh dengan kapasitas olah 900 ribu ton konsentrat per tahun, mengejar seluruh output dari tambang tanpa sisa sejak sekitar Juni 2026.

Yang membuat cerita ini lebih menarik, pertumbuhan tidak berhenti pada tembaga saja. Produksi emas diproyeksikan tumbuh 315% menjadi 16 ton, perak melonjak 415,5% menjadi 45 ton, dan selenium naik 225% menjadi 91 ton. Untuk pertama kalinya, AMNT juga akan memproduksi telurium sebanyak 1,96 ton, logam langka yang bernilai strategis untuk industri panel surya dan komponen elektronik masa depan. 

Diversifikasi produk semacam ini menunjukkan pemanfaatan smelter yang makin optimal, memaksimalkan setiap kandungan mineral berharga dari bijih yang ditambang, melampaui sekadar target volume tembaga.

Dari sisi lingkungan proses produksi, peningkatan produksi asam sulfat sebesar 35,6% menjadi 572 ribu ton juga patut dicatat. Asam sulfat merupakan produk sampingan dari proses pemurnian tembaga yang, jika dikelola dengan baik, dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri lain, termasuk sektor pupuk dan kimia. Ini menandakan bahwa smelter AMNT telah berkembang menjadi kompleks industri pengolahan mineral yang terintegrasi.

Realisasi hingga kuartal II 2026 pun menunjukkan tren yang konsisten dengan target tahunan. AMNT telah membukukan 46 ribu ton katoda tembaga, 3,7 ton emas, dan 14,6 ton perak, ditambah 24 DMT selenium dan 421,8 ribu DMT asam sulfat sepanjang semester pertama tahun ini. 

Dengan pola produksi yang cenderung meningkat pada semester kedua seiring stabilnya operasi smelter, target-target ambisius yang dipatok perusahaan bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

Ekspansi ke Australia: Langkah Berani yang Patut Diapresiasi

Langkah AMNT merambah Australia lewat akuisisi 44,3% saham MacMahon Holdings Limited juga patut diapresiasi sebagai keberanian korporasi Indonesia untuk bermain di kelas global. Selama beberapa dekade, arus modal dan akuisisi lintas batas di sektor tambang sering didominasi perusahaan asing yang masuk ke Indonesia untuk mengelola sumber daya alam nasional. Kali ini arahnya berbalik, perusahaan Indonesia menjadi pemegang saham tunggal terbesar di perusahaan jasa pertambangan yang tercatat di Bursa Australia, sebuah pasar modal yang dikenal ketat dan kompetitif dalam proses akuisisinya.

Kolaborasi dua arah yang terbentuk dari kesepakatan ini juga layak digarisbawahi. MacMahon akan membeli peralatan bergerak milik Amman Mineral, sekaligus menyediakan jasa penambangan kontrak untuk tambang Batu Hijau. Skema ini menunjukkan kemitraan yang saling menguntungkan, jauh lebih substantif dibanding akuisisi finansial biasa untuk kepentingan portofolio investasi. 

MacMahon membawa pengalaman panjang dalam penambangan permukaan dan bawah tanah bagi klien-klien besar di Australia, Indonesia, dan berbagai negara lain, sehingga transfer keahlian dan teknologi dari kerja sama ini berpotensi mempercepat efisiensi operasional AMNT di lapangan.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro menyebut, keahlian MacMahon dalam perencanaan, perancangan, dan teknologi pertambangan akan mendukung strategi Amman Mineral untuk meningkatkan daya saing investasi dan operasi lapangannya. 

Pernyataannya soal perkembangan proyek Blok A yang telah mendapatkan bantuan finansial juga menjadi sinyal bahwa AMNT sedang membangun fondasi bisnis jangka panjang, tidak berhenti pada satu proyek tambang saja, melainkan merancang ekosistem bisnis pertambangan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menyongsong 2029 dengan Optimisme yang Berdasar

Proyeksi perusahaan menunjukkan tren produksi konsentrat yang tetap berada di level tinggi hingga beberapa tahun mendatang, dengan estimasi 1,2 juta DMT pada 2027, 1,18 juta DMT pada 2028, dan 1,11 juta DMT pada 2029. Angka-angka ini jauh di atas capaian 2025 dan menunjukkan bahwa lonjakan tahun ini merupakan level produksi baru yang akan dipertahankan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan, bukan lonjakan sesaat yang akan mengempis kembali.

Tentu, jeda operasional smelter yang direncanakan pada Desember 2026 atau Januari 2027 perlu dikawal agar tidak mengulang gangguan produksi seperti sebelumnya. Namun jika perusahaan konsisten dengan pola kerja yang sudah terbukti pada ramp-up April lalu, publik punya alasan kuat untuk optimistis. Perbaikan lanjutan yang direncanakan justru bisa dibaca sebagai langkah proaktif manajemen untuk menjaga keandalan jangka panjang fasilitas, ketimbang membiarkan smelter beroperasi tanpa perawatan hingga terjadi gangguan besar di kemudian hari.

Kebijakan memprioritaskan pasar domestik untuk hasil produksi smelter saat ini juga sejalan dengan semangat hilirisasi yang selama ini didorong pemerintah Indonesia. Ketika kapasitas produksi telah dimanfaatkan secara optimal, perusahaan sudah membuka peluang ekspor, terutama untuk produk katoda tembaga bernilai tambah tinggi. Ini adalah jalur pertumbuhan yang ideal: memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, sebelum melangkah ke pasar global dengan produk yang sudah melewati proses pemurnian di dalam negeri.

Dengan total aset senilai US$11,95 miliar dan pengalaman operasional lebih dari dua dekade, AMNT sedang berada pada fase pertumbuhan yang jarang dimiliki perusahaan tambang nasional lainnya. Kombinasi antara pemulihan produksi domestik yang solid dan ekspansi kepemilikan di pasar internasional menempatkan perusahaan ini pada posisi yang strategis, baik sebagai penopang program hilirisasi mineral nasional maupun sebagai representasi kapasitas korporasi Indonesia untuk berkompetisi di panggung global.

Bagi sektor pertambangan nasional secara umum, kisah AMNT juga bisa menjadi contoh yang layak dipelajari perusahaan lain. Banyak proyek smelter di Indonesia sempat menghadapi tantangan dalam masa ramp-up, mulai dari kendala teknis hingga fluktuasi pasokan bahan baku. 

AMNT menunjukkan bahwa dengan perencanaan tambang yang matang dan kesabaran menjalani siklus produksi, sebuah smelter berskala besar bisa pulih dan bahkan tumbuh melampaui capaian sebelum gangguan terjadi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah yang terus mendorong perluasan fasilitas pengolahan mineral di dalam negeri sebagai bagian dari program hilirisasi jangka panjang.

Momentum semacam ini tidak datang setiap tahun. Ketika sebuah perusahaan mampu memulihkan fasilitas produksinya, mendiversifikasi produk turunannya, dan pada saat bersamaan berani mengambil kendali di perusahaan kelas dunia yang tercatat di bursa asing, itu adalah sinyal kematangan korporasi yang layak didukung.

AMMAN sedang membangun fondasi untuk menjadi pemain hilirisasi mineral kelas dunia dari tanah Sumbawa, dan langkah-langkah yang ditempuh sejauh ini menunjukkan arah yang tepat. Sudah saatnya publik, investor, dan pemangku kebijakan melihat momentum ini sebagai peluang untuk berpikir lebih besar tentang masa depan industri pertambangan dan hilirisasi mineral Indonesia. Ini adalah bukti bahwa perusahaan tambang nasional mampu bersaing dan tumbuh berdampingan dengan pemain global di industrinya sendiri. (***)

 5,966 total views,  5,966 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

Apa Khabar 2.920 Honorer Dompu Yang Akhirnya Tidak Dirumahkan ?
Opini

Apa Khabar 2.920 Honorer Dompu Yang Akhirnya Tidak Dirumahkan ?

8 April 2026
Putusan Bersejarah MK dan Perlindungan Hukum bagi Profesi Wartawan
Opini

Putusan Bersejarah MK dan Perlindungan Hukum bagi Profesi Wartawan

22 Januari 2026
Ada Apa Dengan Komisi Informasi NTB ?
Opini

Ada Apa Dengan Komisi Informasi NTB ?

1 November 2025
Reposisi PNS, PILEG, PILPRES, dan PILKADA !
Opini

Reposisi PNS, PILEG, PILPRES, dan PILKADA !

16 Januari 2024

Berita Terbaru

Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar

Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar

18 Juli 2026
Mandalika Panas Lagi! Mario Aji dan Veda Ega Siap “Perang” di Kandang Sendiri, Ribuan Fans Sudah Serbu Jakarta

Mandalika Panas Lagi! Mario Aji dan Veda Ega Siap “Perang” di Kandang Sendiri, Ribuan Fans Sudah Serbu Jakarta

18 Juli 2026
Jalan Panjang Menuju Mandalika: Bagaimana Jakarta Dipersiapkan Jadi Panggung Awal MotoGP Indonesia 2026

Jalan Panjang Menuju Mandalika: Bagaimana Jakarta Dipersiapkan Jadi Panggung Awal MotoGP Indonesia 2026

16 Juli 2026
Lanjutkan Kesuksesan 2025, Golo Mori Sunset Run 2026 Kembali Hadir Usung *BeyondTheLimits*

Lanjutkan Kesuksesan 2025, Golo Mori Sunset Run 2026 Kembali Hadir Usung *BeyondTheLimits*

16 Juli 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist