ADVERTISEMENT
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Jumat, 31 Juli 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Opini

Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

admintofo by admintofo
30 Juli 2026
in Opini
0
Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

Saatnya Ilmu Komunikasi Universitas Mataram Melahirkan Arsitek Peradaban Digital, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Oleh: *Sukri Aruman*, Sekretaris Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB. CEO Raymindo News Network (Jaringan Media Raya Maya Kreasindo)

Revolusi kecerdasan artifisial telah datang tanpa mengetuk pintu.

Ketika ruang redaksi mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun berita, perusahaan memanfaatkan analisis data untuk membaca perilaku publik, dan algoritma media sosial menentukan arah opini masyarakat, masih banyak ruang kuliah yang mengajarkan komunikasi seolah dunia belum berubah.

Di sinilah tantangan terbesar pendidikan tinggi hari ini: apakah kampus akan menjadi pelopor perubahan atau justru benteng terakhir yang mempertahankan masa lalu?

Pertanyaan ini layak diajukan kepada seluruh program studi Ilmu Komunikasi di Indonesia, termasuk Universitas Mataram. Sebab, dunia kerja yang akan dimasuki mahasiswa lima tahun mendatang hampir pasti berbeda dengan dunia yang sedang diajarkan hari ini.

Banyak profesi akan hilang, tetapi jauh lebih banyak profesi baru yang akan lahir. Ironisnya, sebagian besar profesi tersebut belum masuk ke dalam struktur kurikulum perguruan tinggi.

Selama bertahun-tahun, pendidikan komunikasi berfokus pada jurnalistik, penyiaran, hubungan masyarakat, dan komunikasi pembangunan.

Bidang-bidang tersebut tetap penting sebagai fondasi keilmuan. Namun fondasi saja tidak cukup untuk membangun rumah yang mampu bertahan menghadapi badai disrupsi digital.

Ilmu komunikasi harus berani melampaui fungsi tradisionalnya dan menjadi disiplin yang memadukan teknologi, data, bisnis, kreativitas, serta etika dalam satu ekosistem pembelajaran.

Industri media memberikan pelajaran yang sangat jelas. Perusahaan pers tidak lagi bersaing hanya dalam kualitas berita, tetapi juga dalam kecepatan, kecerdasan analisis data, optimasi mesin pencari, distribusi multiplatform, kecerdasan buatan, hingga kemampuan membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Wartawan tidak cukup hanya mampu menulis. Mereka dituntut memahami data, mengoperasikan perangkat digital, memverifikasi informasi berbasis teknologi, bahkan berkolaborasi dengan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan akurasi dan etika.

Jika dunia industri berubah sedemikian cepat, mengapa kurikulum perguruan tinggi tidak ikut berlari? Mengapa mahasiswa masih lebih banyak mempelajari teori komunikasi dibandingkan keterampilan membangun media digital, mengelola data, memanfaatkan AI, atau menciptakan startup komunikasi?

Kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri semakin nyata. Kampus menghasilkan lulusan, sedangkan industri mencari kompetensi yang belum sepenuhnya diajarkan.

Di sinilah pentingnya membangun kemitraan yang sejajar antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat menawarkan perspektif yang layak dipertimbangkan.

Sebagai organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers, JMSI tidak sekadar mewakili kepentingan perusahaan media, tetapi juga memahami perubahan lanskap komunikasi digital dari dalam. Pengalaman tersebut merupakan modal penting untuk memperkaya proses pembelajaran di kampus.

Kolaborasi yang dibutuhkan bukan sekadar menghadirkan praktisi sebagai dosen tamu. Yang jauh lebih penting adalah membangun teaching industry, yaitu menjadikan perusahaan media sebagai laboratorium pembelajaran tempat mahasiswa mengalami langsung dinamika ruang redaksi, strategi bisnis media, produksi konten lintas platform, pemanfaatan AI, hingga pengambilan keputusan editorial yang bertanggung jawab. Dengan cara ini, kampus tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk naluri profesional.

Universitas Mataram memiliki peluang besar menjadi pelopor di kawasan timur Indonesia dengan merancang kurikulum yang berorientasi pada masa depan.

Mata kuliah seperti Artificial Intelligence untuk Komunikasi, Manajemen Bisnis Media Digital, Data Journalism, Digital Broadcasting, Media Entrepreneurship, Multimedia Storytelling, Komunikasi Krisis Digital, hingga Hukum dan Etika Media Digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Kurikulum harus mempersiapkan mahasiswa menghadapi pekerjaan yang bahkan belum sepenuhnya terbentuk hari ini.

Lebih dari itu, paradigma pendidikan komunikasi juga perlu bergeser. Targetnya bukan sekadar menghasilkan sarjana yang siap melamar pekerjaan, melainkan melahirkan pencipta lapangan kerja, pendiri perusahaan media digital, konsultan komunikasi berbasis data, pengembang platform informasi, dan inovator yang mampu menciptakan solusi komunikasi bagi masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, lulusan komunikasi seharusnya menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton.

Tentu saja, modernisasi kurikulum tidak boleh mengorbankan nilai-nilai dasar profesi. Teknologi boleh berubah, tetapi integritas tidak boleh bergeser.

AI mampu menyusun kalimat, tetapi tidak memiliki tanggung jawab moral. Algoritma dapat mempercepat distribusi informasi, tetapi tidak memiliki nurani.

Karena itu, etika jurnalistik, tanggung jawab sosial media, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan data pribadi, dan komitmen pada kebenaran harus tetap menjadi jantung pendidikan komunikasi. Justru di era AI, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting.

Universitas Mataram memiliki kesempatan untuk membangun identitas baru sebagai pusat pengembangan komunikasi digital yang berpijak pada kekuatan lokal dan berwawasan global. Nusa Tenggara Barat dengan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, serta dinamika demokrasi lokal dapat menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan inovasi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sudah saatnya kampus berhenti sekadar mengejar akreditasi dan mulai mengejar relevansi. Akreditasi adalah pengakuan administratif, sedangkan relevansi adalah ukuran apakah lulusan benar-benar dibutuhkan oleh zaman.

Sejarah selalu mencatat bahwa institusi pendidikan yang besar bukanlah yang paling lambat berubah, melainkan yang paling cepat membaca arah masa depan.

Pertanyaannya kini sederhana tetapi menentukan: apakah Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram akan menjadi pengikut perubahan, atau justru menjadi pelopor yang merancang masa depan komunikasi Indonesia?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan bukan hanya kualitas lulusan, tetapi juga kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem informasi yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di era kecerdasan artifisial.***

 1,257 total views,  1,257 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar
Opini

Momentum Emas AMMAN, Saatnya Indonesia Berpikir Lebih Besar

18 Juli 2026
Apa Khabar 2.920 Honorer Dompu Yang Akhirnya Tidak Dirumahkan ?
Opini

Apa Khabar 2.920 Honorer Dompu Yang Akhirnya Tidak Dirumahkan ?

8 April 2026
Putusan Bersejarah MK dan Perlindungan Hukum bagi Profesi Wartawan
Opini

Putusan Bersejarah MK dan Perlindungan Hukum bagi Profesi Wartawan

22 Januari 2026
Ada Apa Dengan Komisi Informasi NTB ?
Opini

Ada Apa Dengan Komisi Informasi NTB ?

1 November 2025
Reposisi PNS, PILEG, PILPRES, dan PILKADA !
Opini

Reposisi PNS, PILEG, PILPRES, dan PILKADA !

16 Januari 2024

Berita Terbaru

OPD Tanpa Nakhoda, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas (Plt)

Pemkab Dompu Siapkan Rangkaian Gerak Jalan Sambut HUT RI ke-81 Tahun 2026

30 Juli 2026
Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

30 Juli 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

28 Juli 2026

Program Jamban Keluarga STM Jangkau Ribuan Warga Hu’u, Dukung Target ‘Zero BABS’

28 Juli 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist