MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama KONI NTB menetapkan PORPROV XII NTB 2026 sebagai tonggak strategis dalam perjalanan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Target utamanya adalah tembus lima besar klasemen nasional.
Tekad itu menguat dalam rapat persiapan yang digelar di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat (29/5). Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, serta jajaran panitia dan pemangku kepentingan.
Sekda Abul Chair menegaskan bahwa PORPROV XII bukan sekadar ajang kompetisi biasa. “Prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang konsisten, serta kolaborasi seluruh elemen agar NTB mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Dia juga berharap gelaran ini memberikan dampak lebih luas, terutama mendorong geloat perekonomian masyarakat, memperbaiki tata kelola pemerintahan, sekaligus memperkuat citra NTB sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menyebut PORPROV XII sebagai kesempatan emas untuk memetakan potensi atlet sebelum terjun ke pentas nasional. “Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi proses pembinaan jangka panjang,” ujarnya.
PORPROV XII NTB dijadwalkan berlangsung pada 16–24 Juli 2026, dengan penutupan resmi pada 25 Juli. Sebanyak 51 cabang olahraga dengan 758 nomor pertandingan akan digelar. Jumlah Cabor ini meningkat dibanding edisi sebelumnya dan diikuti sekitar 6.089 peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTB.
Untuk pertama kalinya, pendaftaran atlet dilakukan sepenuhnya secara digital melalui aplikasi SPORTA. Proses verifikasi administrasi ditargetkan tuntas pada 10 Juni 2026.
Venue pertandingan tersebar di enam wilayah yakni, Kota Mataram menjadi tuan rumah terbesar dengan 33 cabang olahraga, diikuti Lombok Tengah (9 cabang), Lombok Barat (5 cabang), Lombok Timur dan Sumbawa Barat masing-masing 3 cabang, serta Lombok Utara 1 cabang.
Semarak PORPROV XII akan diawali dengan kirab api obor pada 15 Juli 2026 dari Sangiang, Kota Bima. Arak-arakan yang melibatkan 66 personel tim sepeda dan atlet itu akan melewati kantor bupati dan wali kota se-NTB, sebelum tiba di Pendopo Gubernur dengan pengawalan Satpol PP dan patroli lalu lintas.
Anggaran Rp 15 Miliar
Dari sisi pembiayaan, KONI NTB membutuhkan anggaran sebesar Rp15 miliar. Sebesar Rp10 miliar bersumber dari hibah Pemprov NTB, sementara Rp 5 miliar diharapkan datang dari sponsorship.
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengingatkan agar stabilitas organisasi olahraga tetap terjaga hingga PON 2028. “Stabilitas organisasi sangat penting agar fokus pembinaan atlet tidak terganggu,” tegasnya.
Pemprov NTB dan KONI NTB mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan media untuk bersama-sama menyukseskan PORPROV XII sebagai bagian dari langkah besar NTB menuju podium nasional. (Dilah)
7,979 total views, 7,979 views today










