DOMPU – Ratusan warga Kabupaten Dompu yang selama ini hidup dengan pandangan kabur punya kesempatan mendapatkan kembali penglihatan mereka. Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu bersama RSUD Dompu menggelar program operasi katarak bekerja sama dengan The Fred Hollows Foundation (FHF), organisasi internasional yang berfokus pada penanganan gangguan penglihatan yang bisa dicegah dan disembuhkan. Program ini menargetkan 300 pasien.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Hj. Maria Ulfa, menyampaikan jadwal pelaksanaannya.
“Kami rencanakan, giat operasi katarak gratis ini akan dilaksanakan pada 8 Oktober mendatang,” jelas Maria Ulfa.
Kegiatan tersebut berlangsung di RSUD Dompu, yang menyediakan fasilitas dan tenaga medis untuk tindakan operasi.
Daftar di Puskesmas Domisili
Menurut Maria Ulfa, warga yang ingin mengikuti operasi tidak perlu langsung datang ke rumah sakit. Pendaftaran dilakukan di Puskesmas sesuai domisili pasien. Petugas akan mencatat data, memeriksa kondisi awal mata, lalu menentukan apakah pasien layak dirujuk ke RSUD Dompu.
Skema ini dirancang untuk memangkas jarak, biaya, dan kebingungan. Banyak penderita katarak tinggal di desa dengan akses transportasi terbatas, dan sebagian besar dari mereka lanjut usia yang kesulitan bepergian sendiri. Dengan Puskesmas sebagai pintu masuk, pendaftaran bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat.
Skrining Sudah Berjalan Tiga Bulan
Maria Ulfa menyebut Puskesmas telah melakukan skrining awal sejak tiga bulan lalu. Tim menjaring warga yang mengalami gangguan penglihatan dan mengidentifikasi mana yang mengarah ke katarak. Hasil skrining itu menjadi dasar daftar calon penerima operasi.
Dia menegaskan bahwa hingga hari ini kegiatan tersebut tetap berjalan. Artinya pintu belum tertutup. Warga yang belum terdata masih bisa datang ke Puskesmas, menjalani pemeriksaan, dan masuk daftar calon pasien selama sasaran 300 orang belum terpenuhi.
Mengapa Katarak Harus Segera Ditangani
Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga pandangan tampak berkabut. Kondisi ini berkembang perlahan dan sering dianggap bagian wajar dari usia tua. Padahal, jika dibiarkan, penderita bisa kehilangan penglihatan secara total. Katarak termasuk penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dipulihkan lewat operasi.
Dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Petani sulit bekerja di kebun, orang tua rentan jatuh di dalam rumah, dan anggota keluarga harus meluangkan waktu untuk mendampingi. Satu operasi yang berhasil dapat mengubah kondisi itu dalam waktu singkat.
Kenali Gejalanya Sejak Dini
Gejala katarak biasanya muncul bertahap. Penderita merasa pandangan seperti tertutup kabut, mata mudah silau saat terkena cahaya terang, dan penglihatan menurun di malam hari. Warna benda tampak pudar, dan kacamata terasa cepat tidak cocok lagi. Jika gejala ini dialami anggota keluarga, terutama yang berusia lanjut, sebaiknya segera diperiksakan ke Puskesmas terdekat.
Pemeriksaan dini penting karena Puskesmas dapat memastikan apakah keluhan tersebut memang katarak atau gangguan mata lain. Pasien yang memenuhi syarat akan dirujuk untuk tindakan lebih lanjut di RSUD Dompu.
Peran Para Pihak
Pembagian peran dalam kerja sama ini jelas. Puskesmas menjadi ujung tombak di masyarakat, mulai dari sosialisasi, skrining, hingga pendaftaran. RSUD Dompu menjadi lokasi tindakan operasi. Dinas Kesehatan mengoordinasikan alur dari hulu ke hilir. FHF hadir sebagai mitra yang mendukung pelaksanaan program.
The Fred Hollows Foundation sendiri dikenal sebagai lembaga yang mengusung visi dunia tanpa gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah. Nama lembaga ini diambil dari Fred Hollows, dokter spesialis mata yang mengabdikan hidupnya untuk memulihkan penglihatan warga di daerah-daerah yang sulit dijangkau layanan kesehatan. Kerja sama dengan Dompu menjadi salah satu wujud upaya itu di tingkat daerah.
Pendampingan Keluarga Sangat Dibutuhkan
Mayoritas calon pasien adalah lansia, sehingga peran keluarga sangat menentukan kelancaran program. Anggota keluarga diharapkan mengingatkan jadwal, mengantar pasien ke rumah sakit, dan menemani selama proses berlangsung. Setelah operasi, pasien juga membutuhkan pendampingan di rumah agar bisa mengikuti anjuran petugas kesehatan, seperti menjaga kebersihan mata dan datang untuk pemeriksaan lanjutan.
Keluarga sebaiknya tetap menghubungi Puskesmas domisili untuk mengetahui informasi terbaru soal jadwal dan tahapan pasien pada hari pelaksanaan. Dengan begitu, pasien tidak bingung ketika tiba di RSUD Dompu.
Tantangan ke Depan
Dengan jadwal pelaksanaan yang tinggal hitungan hari ini, Puskesmas perlu memastikan data pasien akurat, jadwal tertata, dan pasien lansia mendapat pendampingan menuju rumah sakit. Pemantauan pascaoperasi juga tidak boleh terlewat, sebab perawatan setelah tindakan menentukan hasil akhir.
Warga yang merasa penglihatannya menurun, atau memiliki anggota keluarga dengan gejala serupa, diimbau segera mendatangi Puskesmas di wilayah masing-masing. Semakin cepat terdata, semakin besar peluang mendapat giliran operasi. (Nia/adv)
7,529 total views, 7,529 views today






