DOMPU – Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Dompu tetap berjalan normal pasca adanya kebijakan Pertamina yang memberikan sanksi pembinaan terhadap Stsiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karijawa.
Kondisi ini disampaikan berdasarkan laporan pengawasan dan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu terhadap aktivitas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dua SPBU yakni Kandai Dua dan SPBU O’O, Selasa (6/5/2025).
Kepala Disperindag Kabupaten Dompu, Ir. H. Armansyah, M.Si, menyampaikan bahwa kondisi distribusi BBM secara umum menunjukkan tren positif dan terkendali. “Dari hasil pantauan kami pada siang dan malam hari, SPBU Kandai Dua berada dalam kondisi cukup stabil. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hanya ada antrean dari pengecer yang menggunakan jirigen akibat keterlambatan pasokan dari Pertamina,” ujarnya.
Menurut Armansyah, keterlambatan tersebut terjadi karena pasokan BBM jenis Pertalite yang dijadwalkan masuk pada pagi hari tiba ketika siang hari dengan jumlah yang terbatas, yakni 16 ton dari alokasi harian sebesar 64 ton.
“Siangnya SPBU menerima tambahan pasokan sebanyak 8 ton, dan malam harinya sekitar pukul 21.00 Wita, datang lagi 24 ton. Totalnya belum sepenuhnya memenuhi kuota harian, namun suplai terus berjalan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pengecoran atau pemindahan BBM dari mobil tangki ke tangki penyimpanan SPBU menyebabkan penghentian sementara pelayanan. Setiap proses pengecoran dari satu tangki memakan waktu sekitar 15 menit. Meski begitu, pelayanan kembali dilanjutkan secara bertahap tanpa menyebabkan antrean signifikan.
Disperindag memastikan bahwa SPBU Kandai Dua masih menunggu pengiriman berikutnya dari Pertamina guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan kuota harian sebesar 64 ton, pihak SPBU optimistis ketersediaan BBM tetap terjaga.
Sementara itu, di SPBU O’o, situasi distribusi BBM dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tidak ditemukan antrean kendaraan maupun pengecer, dan stok Pertalite tersedia dengan cukup.
“Pemantauan ini juga sekaligus memastikan bahwa pembinaan terhadap SPBU Karijawa tidak berdampak negatif terhadap pasokan BBM secara umum di Dompu. Distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tegas Armansyah.
Dengan kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Dompu berkomitmen untuk terus mengawasi dan menjaga kestabilan distribusi BBM di seluruh wilayah, terutama dalam menghadapi dinamika pasokan dan kebutuhan masyarakat yang kerap fluktuatif. (adv)




