DOMPU — Warga Kabupaten Dompu yang membutuhkan penanganan spesialistik selama ini kerap harus menempuh perjalanan jauh. Untuk penyakit jantung, bedah, atau penyakit dalam yang berat, rujukan ke luar daerah sering menjadi pilihan yang tak terhindarkan. Kini RSUD Dompu mencoba mengubah pola itu dengan menghadirkan lima dokter spesialis baru sekaligus.
Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, menyebut penambahan ini sebagai komitmen rumah sakit memperbaiki mutu layanan kesehatan di daerah. Dia berharap kehadiran para spesialis dapat menekan angka rujukan pasien ke luar Dompu dan mempercepat penanganan kondisi medis yang memerlukan keahlian khusus. “Semoga kehadiran para dokter spesialis ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Dompu tercinta,” ujar dr. Fitratul saat menyambut para dokter yang baru bergabung.
Kelima dokter mengisi bidang yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat Kabupaten Dompu diantaranya, dr. Tommi Faruq Nahdi, S.Ked, Sp.PD, bertugas sebagai spesialis penyakit dalam dan praktik setiap hari kerja. Bidang ini mencakup keluhan yang sangat lazim di masyarakat, seperti gangguan pencernaan, diabetes, dan hipertensi. Jadwal harian membuat pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapat pemeriksaan.
dr. Muhammad Nur Anas, Sp.An-TI, mengisi posisi spesialis anestesi dan juga praktik setiap hari kerja. Perannya menentukan dalam tindakan operasi dan perawatan intensif. Tanpa dokter anestesi, layanan bedah sulit berjalan aman, sehingga kehadirannya menjadi fondasi bagi layanan lain.
dr. Ganda Wibowo, Sp.JP, FIHA, hadir sebagai spesialis jantung. Konsultasi dibuka setiap Jumat dan Sabtu. Warga yang memerlukan pemeriksaan gangguan kardiovaskular kini bisa berkonsultasi di daerah sendiri tanpa harus lebih dulu dirujuk ke provinsi.
dr. Sapta Faradillah, Sp.THTBKL, melengkapi layanan telinga, hidung, dan tenggorokan. Dia praktik Senin hingga Jumat, sehingga keluhan THT dapat ditangani lebih cepat dan berkelanjutan.
dr. Nur Hidayatullah, Sp.B, FINACS, AIFO-K, mengisi kebutuhan layanan bedah. Jadwal praktiknya masih dalam penataan. Pihak rumah sakit memastikan layanan bedah tetap berjalan seiring proses penyesuaian tersebut.
Satu Paket yang Saling Menopang
Jika dilihat sebagai satu kesatuan, komposisi kelima dokter ini cukup masuk akal. Penyakit dalam dan jantung menjawab penyakit kronis yang banyak diderita warga. Bedah dan anestesi saling bergantung, karena tindakan operasi memerlukan keduanya. THT menambah cakupan untuk keluhan yang sering dianggap ringan tetapi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Artinya, pemeriksaan, diagnosis, hingga tindakan lanjutan berpeluang dilakukan dalam satu rumah sakit. Proses itu lebih singkat dan lebih efisien dibanding pola lama, ketika pasien harus berpindah fasilitas dan menanggung biaya perjalanan yang tidak sedikit.
Meski kabar ini menggembirakan, ada sejumlah hal yang masih perlu dibuktikan. Layanan jantung baru tersedia dua hari dalam sepekan, dan jadwal bedah belum final. Pasien dengan kondisi darurat tetap membutuhkan kepastian ketersediaan layanan, bukan hanya hari praktik tertentu. Rumah sakit juga belum memaparkan target angka rujukan yang ingin ditekan, sehingga publik belum punya ukuran untuk menilai keberhasilan langkah ini.
Soal keberlanjutan menjadi catatan lain. Manajemen berharap para dokter dapat bertahan dan melayani dalam jangka panjang, seiring rencana penambahan tenaga medis lain. Rumah sakit daerah umumnya sulit mempertahankan dokter spesialis jika dukungan fasilitas dan kenyamanan kerja tidak memadai. Karena itu, ketersediaan peralatan, ruang perawatan, dan tenaga pendukung akan menentukan apakah kehadiran lima spesialis ini bertahan lama.
Manajemen RSUD Dompu mengaitkan langkah ini dengan target peningkatan status pelayanan rumah sakit, agar mampu menangani lebih banyak kasus tanpa merujuk pasien ke fasilitas kesehatan di luar kabupaten. Target itu realistis dicapai bila tenaga spesialis bertambah secara bertahap dan layanan penunjangnya ikut diperkuat.
Rumah sakit mengimbau masyarakat mengecek jadwal praktik para dokter sebelum datang. Langkah sederhana ini membantu menghindari antrean yang tidak perlu dan membuat konsultasi berjalan lebih tertata, terutama untuk poli dengan jadwal terbatas seperti jantung.
Kehadiran lima dokter spesialis ini menjadi langkah awal menuju sistem kesehatan daerah yang lebih lengkap dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat Dompu. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan: seberapa banyak warga yang akhirnya cukup berobat di rumah sakit sendiri. (adv)
41,713 total views, 2 views today







