Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor kesehatan nasional harus segera dijadikan peluang strategis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu untuk berbenah. Salah satu poin penting dalam visi pembangunan kesehatannya adalah memastikan setiap kabupaten memiliki rumah sakit yang representatif setara dengan fasilitas instansi vertikal milik pemerintah pusat.
Bagi Pemkab Dompu, arah kebijakan ini seharusnya tidak sekadar dibaca sebagai wacana nasional, melainkan sebagai panggilan untuk bertindak cepat dan terukur. Kondisi RSUD Dompu saat ini yang kian sempit dan menghadapi berbagai persoalan lingkungan menjadi alasan kuat bahwa relokasi bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mendesak.
Informasi yang diperoleh redaksi kami bahwa, masih ada lahan seluas kurang lebih 20 hektare di wilayah utara kota Dompu yang sangat tepat untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan RSUD Dompu. Dengan perencanaan matang, lokasi tersebut dapat dikembangkan menjadi rumah sakit modern, representatif, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Dompu dalam jangka panjang.
Relokasi ini juga sejalan dengan prinsip pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas. Rumah sakit yang memadai bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga menyangkut standar pelayanan, kenyamanan pasien, serta keamanan lingkungan sekitar. Dampak negatif seperti pengelolaan limbah medis yang berpotensi mencemari permukiman warga dapat diminimalisir jika fasilitas dirancang sejak awal dengan standar yang lebih baik.
Pemkab Dompu sebaiknya jangan menunggu di tempat, harus proaktif menangkap momentum ini. Sinkronisasi antara visi nasional dan kebutuhan lokal harus diwujudkan dalam kebijakan konkret, mulai dari penetapan lokasi, penyusunan masterplan, hingga penganggaran yang berpihak pada kepentingan publik.
Relokasi RSUD Dompu bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat. Ini adalah kesempatan untuk meninggalkan keterbatasan lama dan melangkah menuju sistem kesehatan daerah yang lebih maju, manusiawi, dan berdaya saing.
Jika momentum ini terlewat, maka yang tertinggal bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga harapan masyarakat akan layanan kesehatan yang layak tinggal sebatas harapan. (redaksi)
15,589 total views, 4 views today










