DOMPU – Gagasan untuk mengarahkan lokomotif pembangunan Kabupaten Dompu agar lebih fokus pada tiga sektor utama—Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata—adalah sebuah keniscayaan yang patut didukung penuh. Ketiga sektor ini ibarat “segitiga emas” yang saling menopang.
Pariwisata menjanjikan perputaran ekonomi yang cepat dan membuka pintu dunia ke Dompu, sementara pendidikan dan kesehatan adalah investasi fundamental agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan tuan rumah yang berdaya di tanahnya sendiri.
Kita harus mengakui bahwa Dompu memiliki anugerah alam yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika selama ini pariwisata Dompu bagai intan yang belum diasah sempurna, kini saatnya pemerintah daerah menjadikannya etalase utama.
Tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki empat pilar keajaiban alam dalam satu wilayah sekaligus. Kabaupaten Dompu punya gunung Tambora yang sejarah erupsinya mengguncang dunia. Selain itu ada Pulau Satonda dengan danau air asinnya yang eksotis. Kemudian yang paling dikunjungi akhir-akhir ini adalah Teluk Saleh (perairan Hodo, Kempo, dan Peka) yang menawarkan kemewahan wisata bahari bersama Hiu Paus.
Dompu juga memiliki Pantai Lakey, surga yang gelombang kembarnya telah diakui para peselancar dunia lewat titik-titik legendaris seperti Lakey Peak, Nungas, Nangadoro, Lakey Pipe, Cobblestone, hingga Periscope. Keempat destinasi ini bukan sekadar potensi, melainkan modal yang sudah memiliki pangsa pasar internasional.
Jika dikelola dengan regulasi yang tepat, infrastruktur yang mumpuni, dan promosi yang agresif, Return of Investment (ROI) dari pariwisata akan sangat cepat dirasakan oleh masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi lokal.
Namun, ada satu catatan penting yang tidak boleh diabaikan oleh para pengambil kebijakan, bahwa ekspansi di sektor pariwisata dan jasa tidak boleh mengorbankan sektor pertanian. Pariwisata mungkin adalah wajah masa depan Dompu, tetapi pertanian adalah urat nadi dan jangkar ketahanannya.
Sejarah mencatat, ketika badai krisis ekonomi atau pandemi melanda dan melumpuhkan pariwisata, sektor pertanianlah yang menjadi sabuk pengaman ekonomi rakyat. Dompu telah lama menancapkan identitasnya sebagai lumbung pangan yang sukses dengan produksi jagung, padi, dan palawija. Prestasi ini harus dipertahankan, bahkan diakselerasi melalui modernisasi teknologi pertanian.
Langkah paling bijak bagi Pemerintah Kabupaten Dompu adalah menciptakan sinergi, bukan substitusi. Kesejahteraan yang ideal akan tercapai jika pemerintah mampu mengawinkan kedua sektor tersebut, misalnya melalui pengembangan ekowisata atau agrowisata.
Pada akhirnya, arah pembangunan ini bermuara pada satu tujuan yakni kemakmuran rakyat. Dengan masyarakat yang sehat badannya, terdidik akalnya, berdaya secara agraris, dan maju pariwisatanya. Bumi Nggahi Rawi Pahu niscaya akan menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi utama di kawasan Indonesia Timur. Waktu untuk mewujudkannya adalah sekarang. (redaksi/Idin)
15,473 total views, 15,473 views today










