MATARAM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat mencetak sejarah baru dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan UKW mandiri PWI.
UKW yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12 September 2026), tersebut diikuti 54 wartawan dari tiga jenjang, yakni Muda, Madya dan Utama.
Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko, mengatakan pelaksanaan UKW PWI NTB secara nasional tercatat sebagai angkatan ke-864. Sebanyak 54 peserta mengikuti ujian yang terbagi dalam tiga kelas jenjang Muda, empat kelas Madya dan dua kelas Utama.
“UKW Provinsi NTB ini secara nasional masuk angkatan ke-864. Dari setiap kelas yang diikuti oleh total 54 orang peserta setelah mengikuti proses baik jenjang Muda, Madya dan Utama,” kata Joko saat penutupan UKW di Mataram, Sabtu (12/9).
Menurut Joko, besarnya jumlah peserta tersebut menjadikan UKW mandiri PWI NTB sebagai salah satu pelaksanaan dengan partisipasi terbesar yang pernah digelar secara mandiri oleh PWI.
Ia berharap pelaksanaan UKW secara berkelanjutan dapat semakin memperkuat profesionalisme wartawan.
“Mudah-mudahan dengan terus melakukan UKW dapat menambah jumlah wartawan yang profesional,” ujarnya.
Joko mengatakan UKW juga perlu diiringi dengan pemahaman terhadap organisasi, etika dan aturan profesi. Karena itu, PWI Pusat mewajibkan wartawan muda mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), terutama bagi wartawan yang belum memiliki Karya Latihan Wartawan.
Dalam OKK, peserta mendapatkan materi antara lain mengenai UU Pers, AD/ART PWI, Kode Etik PWI dan Kode Etik Jurnalistik, kemerdekaan pers, asas praduga tidak bersalah, pedoman pemberitaan ramah anak, pedoman media siber serta gambaran pelaksanaan UKW pada berbagai jenjang.
“Anggota PWI yang ikut OKK semestinya sudah memahami proses UKW dan kedepannya bisa menjadi kekuatan maka profesionalisme anggota PWI dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, mengatakan pelaksanaan OKK dan UKW tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar PWI NTB.
Menurut Fahrul, UKW mandiri tersebut pada awalnya hanya direncanakan untuk dua kelas. Namun, tingginya minat wartawan untuk mengikuti ujian membuat jumlah peserta meningkat hingga mencapai 54 orang.
“Meski banyak badai dan lika-liku, Alhamdulillah dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa dilalui dan kegiatan OKK serta UKW ini bisa digelar,” kata Fahrul.
Selain UKW, kegiatan OKK juga mendapat antusiasme tinggi. Sekitar 120 peserta mengikuti kegiatan orientasi tersebut.
Fahrul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, PWI Pusat, tim penguji, Bank NTB Syariah, sponsor dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya OKK dan UKW.
Ia juga berharap dukungan terhadap PWI NTB terus berlanjut, termasuk dalam menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada 2027.
“Semua cabor yang diikuti oleh atlet wartawan NTB banyak yang lolos jadi mohon pak Sekda bisa membantu PWI NTB di acara PORWANAS Lampung 2027,” harapnya..
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mengapresiasi pelaksanaan OKK dan UKW PWI NTB. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan artificial intelligence (AI).
“Oleh karenanya orientasi seperti ini sangat perlu dilakukan. Dan kami menyambut baik kegiatan OKK dan UKW ini,” kata Abul Chair.
Ia menilai wartawan tidak cukup hanya cepat mendapatkan informasi. Kecepatan tersebut harus diikuti kemampuan mendapatkan fakta, memahami konteks dan menyampaikan informasi secara bijak.
“Wartawan yang baik itu selain cepat mendapatkan berita tapi juga harus mendapatkan fakta, memahami konteks dengan baik dan bijak,” ujarnya.
17,131 total views, 4 views today










