• Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Login
TOFO NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Tajuk
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Opini
  • Lainnya
    • Parlementaria
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Humaniora
    • Teknologi
No Result
View All Result
TOFO NEWS
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Doktor Encop Sopia, Menenun Harapan Perempuan di Meja Legislasi

admintofo by admintofo
29 April 2026
in Pendidikan
0
Doktor Encop Sopia, Menenun Harapan Perempuan di Meja Legislasi

DEPOK – Selasa siang di Auditorium Juwono Sudarsono, Universitas Indonesia, suasananya tak ubahnya sebuah persimpangan penting. Di sana, teori akademik yang rumit bertemu dengan realitas politik praktis yang berliku. Di titik itulah, Encop Sopia berdiri membedah disertasinya dalam Sidang Senat Terbuka yang mengantarkannya merengkuh gelar Doktor Ilmu Politik, Selasa (28/04/2026).

Encop, yang juga dikenal sebagai politisi dari Fraksi Gerindra DPRD Banten, tidak sedang membawa janji kampanye. Ia membawa sebuah refleksi mendalam tentang satu pertanyaan besar, mengapa kehadiran fisik perempuan di kursi parlemen seringkali gagal melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada perempuan ?

Melalui studi mendalam di Kabupaten Pandeglang dan Karawang (2019–2024), Encop menemukan sebuah paradoks. Kebijakan afirmasi kuota 30 persen memang telah “membukakan pintu” bagi perempuan untuk masuk ke gedung rakyat. Namun, Encop menegaskan bahwa sekadar “ada di sana” (representasi deskriptif) tidaklah cukup.

“Transformasi menuju representasi substantif—di mana suara perempuan benar-benar menjadi kebijakan—sangat bergantung pada kapasitas aktornya dan dukungan kelembagaan,” ungkap Encop di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof. Dr. Ricardi S. Adnan.

Dengan gaya bicara yang tenang namun berisi, lulusan University of Hawai‘i at Mānoa ini menjelaskan bahwa politik lokal kita masih terjerat dalam Path Dependency—sebuah istilah akademik untuk menyebut “beban sejarah” patriarki yang masih mengakar kuat.

Namun, penelitian Encop bukan sebuah kabar duka bagi aktivis gender. Sebaliknya, ia menawarkan optimisme. Ia menemukan bahwa perempuan-perempuan tangguh di Pandeglang dan Karawang memiliki cara tersendiri untuk mengakali sistem yang kaku.

Mereka melakukan apa yang disebut Encop sebagai strategi layering dan conversion—sebuah proses negosiasi bertahap untuk menyisipkan agenda gender ke dalam aturan daerah tanpa harus memicu benturan frontal. Di Pandeglang, keberhasilan lahirnya Perda Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah buah dari kemesraan antara legislatif dan eksekutif. Sementara di Karawang, tata kelola pemerintahan yang responsif menjadi kunci utamanya.

“Representasi substantif itu tidak linier. Ia lahir dari kolaborasi lintas sektor, termasuk peran krusial organisasi perempuan dan kelompok keagamaan yang membangun legitimasi di akar rumput,” tambahnya.

Ketangguhan Encop dalam mempertahankan argumennya berbuah manis. Di ujung sidang, Promotor Prof. Dr.phil. Aditya Perdana mengumumkan hasil yudisium: Sangat Memuaskan. Gelar ini menempatkan Encop sebagai peraih gelar Doktor Ilmu Politik ke-150 di FISIP UI, sekaligus perempuan ke-42 yang berhasil menembus puncak akademik di departemen bergengsi tersebut.

Ucapan selamat pun mengalir deras dari tokoh-tokoh yang hadir, mulai dari Wakil Ketua PIRA Dr. Paramitha WK, Direktur The Habibie Center DR. Mohammad Hasan Ansori, hingga para aktivis Komnas Perempuan dan FORHATI. Kehadiran mereka membuktikan bahwa disertasi Encop bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan dokumen penting bagi masa depan demokrasi inklusif di Indonesia.

Kini, Dr. Encop Sopia, M.Si., membawa pulang lebih dari sekadar gelar. Ia membawa sebuah peta jalan. Bahwa di tengah struktur politik yang masih maskulin, perubahan tidak harus selalu datang dengan ledakan revolusioner. Perubahan bisa dirajut secara konsisten, adaptif, dan kolaboratif. Seperti yang ia tunjukkan hari itu, bahwa ilmu pengetahuan adalah senjata terbaik untuk memperkuat pengabdian di lapangan. (Idin)

 25,359 total views,  4 views today

admintofo

admintofo

Artikel Sejenis

Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar
Pendidikan

Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar

13 September 2026
Dorong Profesionalisme Wartawan, PWI NTB Segera Gelar Rangkaian OKK dan Uji Kompetensi
Pendidikan

Dorong Profesionalisme Wartawan, PWI NTB Segera Gelar Rangkaian OKK dan Uji Kompetensi

1 September 2026
Kukuhkan 42 Kepala Sekolah, Bupati Dompu: Jabatan Ini Amanah, Bukan Hadiah
Pendidikan

Kukuhkan 42 Kepala Sekolah, Bupati Dompu: Jabatan Ini Amanah, Bukan Hadiah

13 Mei 2026
Workshop VMTS FHISIP Unram: JMSI Dorong Kurikulum Komunikasi Sinkron dengan Industri Digital
Pendidikan

Workshop VMTS FHISIP Unram: JMSI Dorong Kurikulum Komunikasi Sinkron dengan Industri Digital

12 Februari 2026
Belum Menyentuh Madrasah, KKMI Kritisi Program Bantuan Seragam Gratis Pemkab Dompu
Pendidikan

Belum Menyentuh Madrasah, KKMI Kritisi Program Bantuan Seragam Gratis Pemkab Dompu

5 Januari 2026
Akhmad Munir: Wartawan Wajib Beradaptasi dan Perkuat Integritas di Tengah Disrupsi Media
Pendidikan

Akhmad Munir: Wartawan Wajib Beradaptasi dan Perkuat Integritas di Tengah Disrupsi Media

18 November 2025

Berita Terbaru

Segera Terbitkan Izin Eksplorasi PT STM di Hu’u

Segera Terbitkan Izin Eksplorasi PT STM di Hu’u

21 Oktober 2026
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

20 Oktober 2026
Dinkes Dompu: Belum Ada Kasus Influenza A, tapi ISPA Mulai Meningkat

Dinkes Dompu: Belum Ada Kasus Influenza A, tapi ISPA Mulai Meningkat

20 Oktober 2026
Dua Jalur Bayar di RSUD Dompu: QRIS untuk yang Siap, Tunai untuk yang Belum

Aturan Klaim BPJS Makin Ketat, RSUD Dompu Perkuat Kemampuan Tenaga Kesehatan Lewat OJT GADAR

15 Oktober 2026
  • Home
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kontak

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Tajuk
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Berita Lainnya
    • Pembangunan
    • Parlementaria
    • Peristiwa
    • Investigasi
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Budaya
    • Humaniora
    • Teknologi
  • Informasi Lainnya
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Tentang
    • Redaksi
    • Kontak
  • Login

Copyright © 2024 tofo-news.com
Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist