DOMPU — Menjadi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tubuh pemerintahan saat ini rupanya bukan sekadar urusan memimpin birokrasi dan mengejar target pembangunan. Dalam ruangan kerja mereka, tersimpan sebuah dilema pelik yang jarang dibicarakan secara terbuka, namun gaungnya sangat terasa, karena mereka mendapat tekanan dari oknum anggota legislatif.
Sejatinya, cetak biru tata kelola pemerintahan sudah mengatur pembagian tugas dengan sangat rapi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibekali dengan tiga senjata utama, yakni fungsi budgeting (anggaran), controlling (pengawasan), dan legislasi (pembuatan Perda). Jika fungsi ini dijalankan sesuai porsinya, mesin pemerintahan dan birokrasi akan berdetak dengan normal dan harmonis.
Sayangnya, harmoni itu kerap terganggu oleh nada sumbang. Belakangan ini, keluhan dari lingkungan eksekutif semakin deras mengalir. Banyak pimpinan OPD yang merasa ruang geraknya disandera oleh intervensi oknum anggota maupun oknum pimpinan DPRD. Gangguan ini bukan menyoal pengawasan kebijakan, melainkan sesuatu yang jauh lebih teknis dan pragmatis yakni, ikut campur tangan dalam pengaturan paket proyek.
Para kepala dinas dan badan ini terjebak di persimpangan yang tidak nyaman. Padahal, mereka diwajibkan bekerja cepat, tepat, dan bersih atas perintah atasan mereka, yakni kepala daerah. Namun di sisi lain, konsentrasi mereka dipecah oleh lobi-lobi, titipan, hingga tekanan dari oknum Pimpinan DPRD yang menginginkan proyek tertentu diarahkan sesuai kehendak mereka.
Beban ganda ini menciptakan iklim kerja yang tidak sehat di kalangan birokrat. Masalah penataan proyek yang seharusnya murni berbasis kompetensi dan aturan lelang yang transparan, menjadi berbelit karena harus mengakomodasi kepentingan oknum Pimpinan Dewan.
Mengembalikan keadaan ini pada rel yang benar adalah sebuah keharusan. Sudah waktunya intervensi semacam ini dihentikan. Para wakil rakyat diharapkan untuk kembali duduk terhormat di kursinya, mengawasi tanpa perlu ikut membagi-bagi kue pembangunan. Biarkan pimpinan OPD bernapas lega dan bekerja merampungkan tugas mereka melayani masyarakat. (Redaksi/Idin)
19,750 total views, 19,750 views today










