DOMPU — Ruangan di pintu sebelah selatan Masjid Raya Baiturrahman Dompu itu kini terasa berbeda. Gudang yang biasanya menjadi tempat penyimpanan ribuan kilogram beras zakat untuk kaum dhuafa, mendadak menjadi pusat perhatian. Lebih dari dua ton beras milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan lenyap.
Peristiwa ini mulai terkuak ketika pengurus bersiap menjalankan agenda penyaluran bantuan pangan ke salah satu pondok pesantren. Ketika hendak melangkah masuk gudang, mereka dikejutkan oleh kondisi fisik tumpukan karung yang menyusut drastis.
Wakil Ketua IV BAZNAS Dompu yang bertanggung jawab atas pengelolaan gudang, Amir Hamzah, membenarkan adanya kejanggalan tersebut.
“Kami mendapati salah satu tumpukan beras di gudang sudah hilang. Sekarang kami sedang mengumpulkan informasi dulu,” ujarnya pada wartawn Selasa, 23 Juni 2026.
Misteri Celah Atap dan Gembok yang Utuh
Bagaimana bisa pangan sebanyak lebih dari dua ton keluar dari area Masjid tanpa memicu kegaduhan ? Penelusuran awal memicu berbagai spekulasi. Pada pemeriksaan pertama, pintu utama gudang beserta gemboknya ditemukan dalam kondisi utuh tanpa ada bekas pembobolan paksa.
Kondisi bangunan yang sudah berumur diduga menjadi pintu masuk bagi pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebuah sumber terpercaya mengungkapkan bahwa struktur gudang memang memiliki banyak kelemahan fisik. Kondisi Fisik Bangunan, atap gudang sudah rusak di beberapa titik dan menyisakan celah yang cukup besar untuk dilewati manusia.
Kerusakan Ventilasi, Pengurus menemukan bagian ventilasi dalam kondisi rusak dan diduga kuat telah dijebol.
Modus Operandi, ada dugaan bahwa pelaku tidak membawa kabur karung secara utuh, melainkan menusuk karung-karung tersebut dari luar melalui celah ventilasi menggunakan alat khusus, lalu menguras isinya sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang lama.
Pihak internal juga sempat mendapati bahwa gembok gudang lama bisa dibuka oleh pihak yang tidak memiliki otoritas, akhirnya pengurus mengganti seluruh sistem penguncian secara total.
Penyelidikan Internal di Ruang Tertutup
Meskipun nilai kerugian ditaksir cukup besar, BAZNAS Dompu memilih untuk tidak terburu-buru melayangkan laporan resmi ke aparat penegak hukum. Mereka saat ini fokus merampungkan investigasi internal dan mencocokkan data logistik. Tim internal sempat melakukan penimbangan ulang, namun variasi susunan karung yang terus berubah kembali memicu kecurigaan baru.
Amir Hamzah menjelaskan bahwa fokus utama pengurus adalah memeriksa seluruh alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV). Rekaman tersebut kabarnya menangkap aktivitas mencurigakan di sekitar area gudang pada malam hari, namun saat ini masih dalam proses pencermatan oleh tim pengurus.
Terkait kabar mengenai kantor BAZNAS yang sempat terlihat kosong dan sepi beberapa hari lalu, Amir memberikan klarifikasi. Saat itu, seluruh fungsionaris sedang menggelar rapat internal yang berlangsung tertutup di salah satu ruangan demi membahas penyelesaian kasus ini secara intensif.
Sorotan Publik dan Momentum Transisi Kepengurusan
Kabar hilangnya beras bantuan ini menyebar cepat dan memicu perhatian dari warga setempat. Rentang waktu peristiwa yang diperkirakan terjadi antara tanggal 8 hingga 17 Juni 2026 dinilai terlalu lama untuk dibiarkan tanpa kepastian hukum.
Ahyar, seorang warga Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, menilai keterlambatan pengurus dalam melaporkan kejadian ini ke polisi dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap kredibilitas lembaga. Sebagai institusi yang mengelola dana publik dan amanah umat, tata kelola yang profesional serta akuntabel adalah harga mati.
“Kalau memang gudangnya sudah diketahui rawan, mestinya ada langkah antisipasi sejak awal. Baik koordinasi dengan pemerintah daerah maupun mencari alternatif lain, seperti menyewa gudang yang lebih aman atau langsung mendistribusikan beras setelah penerimaan zakat,” kata Ahyar.
Ahyar juga mengingatkan agar persoalan ini segera dituntaskan secara transparan demi menghindari spekulasi liar. Terlebih lagi, tahun ini BAZNAS Dompu akan memasuki fase krusial, yaitu suksesi pemilihan pengurus baru untuk periode kepengurusan 2026–2031.
Kasus ini menjadi catatan penting sekaligus momentum bagi Pemerintah Kabupaten Dompu dan pengurus BAZNAS untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan logistik, keandalan fasilitas penyimpanan, serta mekanisme distribusi bantuan ke depan. (Idin)
15,161 total views, 15,161 views today










