DOMPU — Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kabupaten Dompu tahun 2026 yang digelar pada Jumat malam (24/4/2026) menyisakan catatan tersendiri. Selain berlangsung khidmat, kegiatan ini juga diwarnai minimnya kehadiran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dari jajaran pejabat daerah, hanya Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, S.H., yang secara resmi menutup kegiatan tersebut. Sementara kehadiran pimpinan OPD terpantau sangat terbatas, hanya Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asisten 1), Ardiansyah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Abdul Nazib, dan Plt Sekda H Khaerul Insan yang terlihat hadir dalam seremoni penutupan di halaman Masjid Qusrul Jannah, Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait dukungan dan perhatian terhadap salah satu agenda keagamaan terbesar di daerah tersebut. Padahal, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Dompu.
Di tengah situasi tersebut, prosesi penutupan tetap berlangsung lancar. Ketuay Dewan Hakim, Drs. Tarmizi, membacakan Surat Keputusan penetapan para juara dari seluruh cabang lomba. Para peserta merupakan perwakilan kafilah dari kecamatan se-Kabupaten Dompu yang telah berkompetisi secara sportif.
Pada cabang seni baca Al-Qur’an golongan tartil, Muhammad Jafran dari Kecamatan Woja meraih juara I kategori qori, disusul Muhammad Syarif Hidayat (Kilo) dan M. Julian Samudra (Kempo). Sementara kategori qori’ah dimenangkan Muazara Ulfa (Manggelewa), diikuti Nurul Atifa (Woja) dan Rizka Adwiah (Dompu).
Persaingan juga berlangsung ketat di golongan lainnya, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Sejumlah nama seperti Aesil Mubin (Woja), Muhammad Razki (Manggelewa), hingga Wais Al Qarni (Woja) tampil sebagai juara di masing-masing kategori qori. Pada kategori qori’ah, nama-nama seperti Nihla Hudiyat Al Naisyiyah (Woja), Khaerunisa (Dompu), dan Isratul Aini (Manggelewa) turut mendominasi.
Di cabang hifzil Qur’an, dominasi peserta dari beberapa kecamatan terlihat cukup kuat. Muhammad Fairus (Woja) dan Pipit Dwi Anggra (Kilo) menjadi yang terbaik di golongan 1 juz. Sementara pada golongan 30 juz, Rifaldi (Manggelewa) dan Salsabila Safitri (Dompu) keluar sebagai juara utama.
Cabang qira’at dan kaligrafi juga menunjukkan kompetisi yang tidak kalah sengit. Sejumlah peserta dari Kecamatan Woja, Manggelewa, Kempo, hingga Pekat saling bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Pada cabang lainnya, Kecamatan Dompu dan Pajo tampak mendominasi. Regu putri Pajo meraih juara I cabang fahmil Qur’an, sementara cabang syahrhil Qur’an didominasi oleh Kecamatan Dompu. Pada karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Ovan Satriawan (Dompu) dan Khaerunnisa (Manggelewa) masing-masing meraih juara I putra dan putri.
Berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh cabang lomba, Kecamatan Dompu akhirnya ditetapkan sebagai juara umum MTQ ke-XXXI tahun 2026.
Meski capaian prestasi para peserta patut diapresiasi, minimnya kehadiran pimpinan OPD dalam acara penutupan menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan ke depan. Dukungan penuh dari seluruh unsur pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan MTQ sebagai wadah pembinaan sekaligus syiar keagamaan.
Pemerintah daerah sendiri berharap kegiatan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi (Idin)
9,967 total views, 9,967 views today










